Home Humaniora Peduli Lewotana, IPMIS Jakarta Gelar Talkshow

Peduli Lewotana, IPMIS Jakarta Gelar Talkshow

556
0
SHARE

Jakarta, terasntt.com — Sebagai bentuk kepudulian terhadap pendidikan di lewotana khususnya Adonara Tengah,  Adonara Barat dan Wotanulumado, Ikatan Pemuda Dan Mahasiswa Ile Seburi (IPMIS), mengelar talkshow dengan tema “Peran Sosial Masyarakat Dalam Perkembangan Pendidikan Di lewotana”. Kegiatan ini berlangsung  di Wisma NTT, Jl. Tebet Timur Dalam No 42 Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2019).

Dalam diskusi pihak panitia pelaksana yang di ketuai saudara Rivan Maran,  menghadiri beberapa toko penting dari adonara tengah diantranya, Bapak Dr. Max Boli Sabon, SH. M. Hum. (Dalam kajian aspek budaya), dr. Stefanus Eke Ola, S. Ked. MARS. (Dalam kajian aspek kesehatan masyarakat), Markus Masan Bali, S, S,. M. Pd (Dalam kajiaan peran guru dan orangtua).

Diskusi yang dipandu oleh moderator Gregoris Muli Mawar ini berlansung  selama  6 jam dan berjalan tertib. Adapun beberapa poin penting yang disampaikan para narasumber diantaranya; Peran aktif orang tua dan guru terhadap Perkembangan peserta didik, pola hidup sehat, mengubah kebiasaan terhadap kegiatan yang cenderung berdampak negatif terhadap Perkembangan anak misalnya (kebiasaan sabung ayam dan berjudi didepan anak) , mencegah adanya pernikahan dini, dan keseimbangan antara adat dengan pendidikan harus seiring sejalan.

Harapan leluhur Lamaholot yang disampaikan bapak Max Boli bagi masa depan pendidikan bahwa pendidikan harus bisa memanusiakan manusia Lamaholot. Siapakah manusia Lamaholot itu? Manusia Lamaholot disebut “atadik’en” yang berasal dari dua kata, yaitu “ata” (= manusia) dan “dik’en” (= baik/bernas), sehingga konsep manusia menurut orang Lamaholot adalah “atadik’en” (= manusia yang baik). Jika seorang manusia tatapi tidak baik maka tidak disebut “atadik’en”, melainkan “atadaten” (daten = busuk/tidak bernas).

Oleh karena itu peran masyarakat harus selalu melakukan pengawasan terhadap peran guru dan peran peserta didik ibarat busur dan anak panah dalam karya Kahlil Gibran tentang “Anakmu”. ungkap Max Boli.

Setiap orangtua mengharapkan agar dapat memberikan pendidikan yang yang terbaik untuk anak-anaknya.  Untuk itu, orang mempunyai peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak.”ungkap Markus Masan. Markus melanjutkan bahwa kewajiban bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing potensi anak-anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan harus diperhatikan adalah tahap-tahap perkembangan potensi kecerdasan dari setiap anak.

Dalam kajian aspek kesehatan pun bapak Stefanus Eke Ola juga menyampaikan bahwa sebagai manusia kita harus sebagai model dan akan menjadi contoh untuk orang disekitar kita terutama anak-anak kita.

Di tempat terpisah ketua pantia Rivan Maran menyampaikan rasa terimakasinya kepada para donatur dan semua orang yang telah bersama-sama mensuksekseskan kegiatan talkshow ini. Kegiatan ini sebagai bentuk kepadulian kita terhadap regenerasi penerus yang ada di lewotana. Hal serupa juga disampaikan oleh ketua umum IPMIS JAKARTA Laurensius Ratu Samon bahwa pendidikan adalah nilai yang paleng berharga dalam pengembangan krakter stiap individu dalam pembangunan SDM . (Laurens)

Berikan Komentar Anda.