Home Daerah 603 Honorer K2 Minta Perhatian  Walikota

603 Honorer K2 Minta Perhatian  Walikota

324
0
SHARE

Kupang, Terasntt. com — Sebanyak 603 tenaga Honorer Kategori 2 (K2), lingkup Kota Kupang, meminta Walikota, Jefri Riwu Kore untuk memperhatikan kesejateraan mereka.

Hal ini terungkap saat acara tatap muka Walikota Kupang, bersama para pagawai honor K2 di balai kota, Jumat (9/2/2018).

Koordinator K2, Sakeus Neno Saban, dalam kesepatan itu menyampaikan maksud dan tujuan mereka untuk bertatap muka dengan Walikota Kupang agar kesejateraan mereka diperhatikan.

Menggapi permintaan tersebut,  Jefri mengatakan, dirinya turut prihatin atas kesejahteraan para honorer K2, yang telah bekerja bertahun – tahun namun belum diangkat menjadi PNS sampai saat ini.

Jefri mengaku, pihaknya sedang memperjuangakan hal ini dan meminta para tenaga honorer bersabar.

“Memang ada isu bahwa ada pengangkatan, saya kasih tahu, kalau nanti ada pengangkatan, barang tentu, saudara-saudara ini yang akan menjadi prioritas,” sebutnya disambut tepuk tangan.

Namun, kata Jefri, semunya itu tentu melalui kriteria yang ditetapkan, mungkin juga dengan pertimbangkan lamanya waktu dalam pengabdian.

“Mungkin yang tua-tua, yang sudah mengabdi sejak lama akan didahulukan, yang muda-muda nanti tunggu giliran, ada waktunya,” kata Jefri.

Dikatakan Jefri, persolan ini menghadapkan pemerintah pada dua sisi pilihan. Pertama, pemkot harus  menolong mereka, sedangkan di sisi lainn, banyaknya Pegawai tidak tetap (PTT) yang menyebabkan kuota K2 berkurang.

“Jadi begini, kalau kita mau angkat K2 yang seharuanya dapat 200 orang namun karena pembiayaan PTT terlalu banyak sehingga kuotanya jaadi berkurang,” ujar Jefri.

Sehingga Idealnya, PTT dikurangkan sehingga K2 diangkat. Namun Jefri sendiri kemudian sendiri membanta pernyataan itu dan dengann cepat mengatakan bahwa PTT juga membutuhkan biaya hidup.

Ole karena itu, Lanjut Jefri, agar berimbang, PTT tetap dipertahankan dan K2 tetap akan diperjuangkan untuk diangkat menjadi PNS.

Dikatakan Jefri, persolan ini harus membutuhkan perjuangan bersama, bahwa kesejahteraan PTT dan K2 harus menjadi prioritas utama.

“Kita harus patut bangga, bahwa mereka inilah yang menjadi aset penting Pemkot. Yang sudah mengabdi selama puluhan tahun dan menjadi bagian perjalanan pemerintahan Kota ini, mereka adalah aset penting yang luput dari perhatian pemerintah pusat dan kota,” ujar Jefri.

“Mereka harus diberikan perhatian dan rasa rasa adil,” demikian Jefri.

Untuk diketahui, jumlah K2 di kota Kupang saat ini berjumlah 543 orang, guru 135 orang, dengan rincian, jabatan guru sebelum SMA berahli ke Propinsi sebanyaj 150, pindah kemarin 15 orang. (raf)

Berikan Komentar Anda.