Home Hukrim 9 Kontainer Bahan PCC Ditangkap, Kupang Waspada

9 Kontainer Bahan PCC Ditangkap, Kupang Waspada

350
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com — Sebanyak 9 kontainer berisi bahan pembuat Pil PCC (Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol) ditangkap aparat keamanan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kota Kupang yang berbatasan dengan RDTL harus waspada terhadap kemungkinan masuknya Pil berbahaya tersebut.

” Beberapa hari yang lalu, diduga ada bahan untuk membuat Pil PCC dari China yang mampir di Singapura dan ketangkap di Timor Leste. Totalnya ada 9 kontainer, kira-kira 150 ton. Pil-pil itu rencananya akan diedarkan ke Indonesia. Pertanyaannya, apa kita disini mau diam saja,” kata Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi NTT, Brigjend Muhammad Nur saat sosialisasi/penyuluhan Narkoba bagi para camat, Kapolsek, Danramil, Lurah dan pejabat terkait lingkup Setda Kota Kupang di Resto Celebes, Senin (29/1/2017)

Menurutnya, masyarakat Kota Kupang yang merupakan bagian dari masyarakat dunia saat ini sedang dihadapkan pada keadaan yang mengkuatirkan akibat maraknya peredaran gelap Narkoba.

Kekuatiran ini, kata Brigjend Nur, semakin dipertajam dengan maraknya peredaran Narkoba dikalangan anak muda.

“Ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan berbangsa dan bernegara karena generasi muda adalah penerus cita-cita bangsa dan negara pada masa yang akan datang,” katanya.

Dikatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini telah sampai tingkat yang mengkuatirkan dan mengancam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dirinya berharap sosialisasi yang dibuat BNN NTT dapat menghasilkan sinergitas dan langkah konkrit serta strategis guna menjaga generasi muda Kota Kupang agar tidak terjerumus dalam dunia Narkoba.

“Pengguna Narkoba saat ini usianya dari 10 tahun sampai 50-an tahun dan ini berdasarkan penelitian,” tambahnya.

Lurah Fatululi, Richardo Therik dalam kesempatan yang sama meminta agar BNN NTT membuat pilot project tentang kelurahan kota Kupang yang rawan peredaran gelap Narkoba. Dengan adanya pilot project tersebut para Lurah semakin waspada menjaga warganya.

“BNN harus punya pilot project supaya bisa petakan daerah-daerah di kota Kupang yang dinilai rawan peredaran gelap Narkoba. Kalau cuma sosialisasi saja percuma,” demikian Richardo. (raf)

Berikan Komentar Anda.