Home Humaniora AMA Jakarta Serukan Perdamaian Untuk Adonara

AMA Jakarta Serukan Perdamaian Untuk Adonara

216
0
SHARE

Jakarta, terasntt.com — Menyikapi konflik berdarah di Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT antara Desa Nubalema Dua dan Desa Wewit, Angkatan Muda Adonara (AMA) Jakarta menggelar aksi untuk menyerukan perdamaian di halaman tugu proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat,  Sabtu (15/07/19).

Kemon Bathan, Ketua umum AMA Jakarta, menyampaikan bahwa aksi damai ini merupakan wujud dari rasa peduli dan tanggung jawab sebagai pemuda dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi di kampung. Dia pun berharap pemerintah dan juga pihak-pihak terkait segera menyelesaikan persoalan bentrok yang melibatkan dua desa di Adonara Tengah, Desa Nubalema Dua dan Desa Wewit. “Aksi damai ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian kami sebagai pemuda terhadap lewotana, kami berharap agar kepolisian segera menyelesaikan konflik yang sedang terjadi di Adonara Tengah,” tegasnya.

Selain itu, Sekjennya,  Ama Boro Khurman menilai persoalan bentrok antar warga kesua desa tersebut
tidak bisa hanya di selesaikan semata – mata berdasarkan hukum positif,  desa yang bertikai ini memiliki sejarah dan hubungan kekerabatan yang sangat dekat, untuk itu pendekatan budaya dan sejarah dengan melibatkan tokoh adat sangat penting untuk menyelesaikan konflik tersebut.
“Karena masyarakat Adonara adalah masyarakat yang sangat berpegang teguh pada adat dan kebudayaan, maka selain polisi sebagai penegak hukum, pemerintah, juga pihak-pihak yang terkait harus segera mengambil langkah yang bijak dan adil untuk mendamaikan kedua bela pihak yang terlibat bentrok, pendekatan budaya dan sejarah pun sangat penting untuk menyelesaikan persoalan konflik antara desa klibang dan desa wewit ini, karena kedua desa ini punya sejarah dan hubungan kekerabatan yamg sangat dekat ,” imbuhnya.

Ia pun berharap agar pemerintah Kabupaten Flores Timur segera menyelasiakan semua konflik yang terjadi di Adonara.

“Semoga pristiwa-pristiwa perang tanding seperti ini cepat di selesaikan dengan tuntas, bukan hanya pada dua desa yang terlibat bentrok sekarang tetapi masih banyak pristiwa seperti ini yang belum terselesaikan dan masih di biarkan gantung, kami sangat berharap untuk semua elemen masyaraka di Adonara untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan kita. Damailah lewotanahku, damailah kita semua,” ujarnya.(*/m45)
 

Berikan Komentar Anda.