Home Olahraga Araksi : Pilkada TTS Sangat Mencederai Demokrasi

Araksi : Pilkada TTS Sangat Mencederai Demokrasi

1389
0
SHARE

Soe, Terasntt.com – Proses perhitungan ulang pada Pilkada Timor Tengah Selatan telah berakhir lewat rapat pleno penyampaian hasil perhitungan ulang dengan mencocokkan formulir model C1 Kwk asli berhologram dgn formulir C1 kwk plano asli berhologram bertempat di Kantor KPUD TTS sabtu (8/9/2018).

Perhitungan tersebut sesuai putusan MK dan dilakukan sejak tanggal 3 dan berakhir tanggal 8 dan hasilnya akan dilaporkan ke MK untuk proses lebih lanjut.

Dalam perhitungan tersebut banyak temuan yang dianggap sebagai kejanggalan bahkan pelanggaran seperti penggunaan kertas dan kardus gantikan formulir C1 Kwk dan lainnya.

Hal ini tak luput dari perhatian Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi ) TTS lewat ketuanya Alfred Baun.

Menurutnya Pilkada yang menghabiskan anggaran 45,7 Milyar ini sangat tidak profesional dan KPUD sepertinya tidak siap karena begitu banyak pelanggaran yang ditemukan terutama logistik.

Pelanggaran demi pelanggaran sudah membuktikan bahwa kinerja KPUD yang adalah lembaga yang mendapat legitimasi untuk menyelenggarakan pilkada sangat buruk dan mengecewakan serta terkesan hanya untuk menghabiskan uang negara.

Lebih lanjut ia mengatakan seharusnya KPUD ciptakan pemilu yang bermartabat bukannya terkesan meremehkan proses pilkada.

“Banyak kekurangan dan kami duga ada mark up dana sehingga Araksi siap menginvestigasi persoalan ini karna
ada dugaan pidana yang sangat jelas dalam persoalan ini,” ujarnya.

“Saya kecewa bahkan masyarakat pun demikian sehingga boleh dikatakan bahwa pilkada memalukan dan sangat mencederai demokrasi,” ujarnya.

Plh Ketua KPUD TTS Yan Ati ketika diwancarai mengatakan pihaknya hanya melaksanakan putusan MK dan hasilnya akan dilaporkan.

“Proses saat ini hanya menjalankan putusan MK yakni perhitungan ulang dan hasilnya akan dilaporkan sehingga biarlah MK yang menilai dan memutuskan,” ujarnya.

Terkait ada pihak yang akan membawa pelanggaran yang ada ke DKPP maupun jalur pidana, Iamempersilakan karena semua ada ruang untuk itu namun semua harus bisa dibuktikan.(sys)

Berikan Komentar Anda.