Home Humaniora Arti Panggilan Dalam Pelayanan (Mengapa Harus Aku ?)

Arti Panggilan Dalam Pelayanan (Mengapa Harus Aku ?)

83
0
SHARE

Oleh: Margarita D. I. Ottu, S.Pd, M.Pd.K

MENJAWAB Panggilan Tuhan adalah Anugerah terindah untuk sebuah misi pelayanan di ladang yang telah dipercayakan”. Orang muda berjiwa muda, memiliki semangat militansi dan bersikap tangguh selayaknya seorang Laskar yang setia melayani di ladang yang telah dipercayakan.

“Panggilan” atau “Calling” adalah bagian essensi dari seorang hamba Tuhan/Abdi Allah. Karena seorang hamba Tuhan harus memahami panggilannya dengan jelas karena itu adalah bagian dari komitmen dirinya kepada Tuhan yang sudah memanggilnya ke dalam tugas dan tanggung jawab yang maha mulia yaitu pelayanan. Di samping itu, dalam melaksanakan tugas tanggung jawab dan pelayanannya ini, seorang hamba Tuhan harus memiliki kehidupan spiritualitas yang terus bertumbuh karena sesungguhnya kehidupan spiritualitas yang dinamis inilah yang menjadi dasar dan barometer bagi pelayanannya.

Pelayanan adalah sebuah panggilan jiwa yang adalah panggilan iman, panggilan hati dan panggilan hidup.

Kata – kata ini menyiratkan sebuah makna terkait dengan passion seseorang terhadap apa yang menjadi focus dalam hidupnya yang lahir dari keterlibatannya dalam satu bidang atau bagian tertentu.

Tetapi bagi pelayanan Tuhan, kata panggilan memiliki makna yang jauh lebih dari sekedar passion karena panggilan bagi pelayanan Tuhan adalah berkaitan dengan komitmen diri yang melibatkan seluruh hidup.

Panggilan yang dimaksud adalah panggilan yang didasarkan atas sebuah keyakinan bahwa panggilan itu datangnya dari Tuhan, ketika seseorang meresponi panggilan Tuhan, dengan mempersembahkan diri dan seluruh hidup bagi pelayanan pekerjaan Tuhan karena tiada pengalaman yang lebih mulia bagi seorang pelayan yang terpanggil dalam perjumpaannya dengan Allah.

Panggilan kepada pelayanan merupakan suatu panggilan yang menghasilkan gambaran tentang kehormatan dan pengabdian kepada maksud dan tujuan Allah.

Dalam syair lagu NKB 125 “Ku dengar panggilan Tuhan, pikul salib ikutlah Aku. Aku mau mengikut Dia, Yesus Tuhanku”. Banyak orang mendengar panggilan tetapi tidak semua orang merespon panggilan itu dan sedikit orang yang terpilih untuk merealisasi panggilan itu.

Hal ini menjadi keresahan bagi kaum muda yang merasa belum waktunya, belum siap, tidak berpengalaman, punya banyak waktu tapi mengisinya dengan ingin menikmati masa muda dengan bersenang-senang di dunianya.

Hal ini juga menjadi persoalan bagi orang-orang yang sudah dewasa, mapan atau berusia senja dengan alasan, sudah tua,tidak punya waktu, banyak kerja, berikan saja pada yang masih muda.

Berbagai alasanpun sering dilontarkan sebagai bentuk ketidaksediaan seseorang untuk meresponi panggilan tersebut. Hal penting di dalam panggilan seorang pelayan Tuhan adalah bahwa Allah menghendakinya untuk menjadi hamba-Nya, serta betapa dunia dan gereja membutuhkan seseorang seperti dia untuk tugas ini.

Berikan Komentar Anda.