Home Daerah BAT Menjangkau Yang tak Terjangkau 

BAT Menjangkau Yang tak Terjangkau 

272
0
SHARE

Soe, terasntt com — Komunitas Bijoba Adventure Team (BAT) yang dikukuhkan 16 Januari 2019 lalu melaksanakan tour untuk menjangkau yang belum terjangkau, sabtu – minggu 2 – 3 Februari. BAT melintasi Kuafenu desa Nuapin Kecamatan Fatumnasi.

Anggota BAT kurang lebih 50 orang menggunakan 14 kendaraan roda 4 terus berjuang untuk menjangkau wilayah yang terisolir sesuai tema kegiatan “menjangkau yang tak terjangkau”.

Sesuai tema ini, maka BAT memilih wilayah yang sangat terisolasi melintasi tiga kecamatan di TTS,TTU dan Kabupaten Kupang.

Kampung Kuafenu yang menjadi terget ini diapit dua kabupaten dan terdiri dari 1 RW dan 2 RT dihuni 50 an KK.

Jarak tempuh antara Soe – Kuafenu sekitar 8 jam perjalanan dengan rute Soe – Kapan – Eban (TTU) lalu memasuki wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Timor Leste baru bisa masuk Kuafenu yang merupakan wilayah TTS.

Ketua Komunitas  BAT TTS, Yefta Mella kepada media mengatakan, bahwa sesuai dengan tema tour yaitu menjangkau yang tak terjangkau maka komunitasnya melihat wilayah yang sulit dijangkau dengan  medan yang memacu adrenalin untuk dijadikan lokasi tujuan Adventure.

Dan kegiatan tersebut menurutnya bukan sekedar adventure tapi juga ada kegiatan sosial kemanusiaan berupa bantuan kursi untuk gereja katolik dan protestan serta bantuan ATK bagi anak anak sekolah setempat.

” Kuafenu adalah daerah terpencil dan terisolir yang mana akses jalan susah itu yang jadi tantangan kami,” ujar  mantan anggota DPRD TTS ini.

Lebih lanjut ia katakan bahwa ada hasil bumi berupa sirih, bawang, merupakan sumber pendapatan selain berternak.

Ia berharap kegiatan selanjutnya di wilayah yang memang sulit dijangkau agar pihaknya bisa menjangkau hal – hal yang tidak terjangkau.

Adapun keluhan warga Kuafenu terkait kebutuhan listrik dan fasilitas sekolah serta jalan yang pernah warga minta dari Kabupaten Kupang.

Komunitas BAT juga sudah mengagendakan audiance dengan pemda untuk berkoordinasi agar pihaknya bisa turut terlibat bencana alam.

Sementara itu Dani Huan ketika diwawancarai mengatakan sangat senang karna bukan hanya sekedar main lumpur tapi ada berbagai kegiatan kemanusiaan.

” Ya rasa lelah akibat perjalanan panjang namun alam menyuguhkan keindahan yang luar bisa,” ujarnya.(sys)

Berikan Komentar Anda.