Home Pariwisata BBKSDA NTT, Promosikan TWA Menipo Lewat Festival

BBKSDA NTT, Promosikan TWA Menipo Lewat Festival

105
0
SHARE

Puncak acara Festival Taman Wisata Alam Menipo/ foto thomad duran

Kupang, terasntt.com — BBKSDA NTT gencar mempromosikan Kawasan Konservasi Menipo menjadi Taman Wisata Alam (TWA) melalui festival. Puncak dari rangkaian proses ini, maka digelar festival dalam rangka promosi TWA Menipo di halaman parkir Lippo Plaza Kupang, Kamis (4/11/2019).

Pantauan terasntt.com, sejak pukul 7.00 wita panitia penyelenggara BBKSDA NTT bersama masyarakat Menipo hadir di lokasi tersebut, hadir pula anak – anak SDN Fatufuat Menipo yang merupakan cikal bakal kawasan konservasi dijadikan Taman Wisata Alam, sambil menunggu tamu undangan serta Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk membuka kegiatan festival tersebut. Hadir pula kepala BBKSDA NTT, Timbun Batubara bersama seluruh jajarannya, Perwakilan Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Dirjen KSDA RI.

Timbun Batubara ketika membawakan sekapur sirih, mengatakan, bahwa TWA Menipo Kabupaten Kupang memiliki luas 2.449,50 hektar persisnya di tepi timur bagian Selatan Desa Enorain, Amarasi Selatan. Jarak tempu sekitar 83 km dengan waktu tempu 3 jam dan 5 menit menyeberang dengan perahu motor.

Saat ini, lanjut Timbun TWA Menipo telah memiliki perencanaan dan blok pengelolaan. Fasilitasnya cukup lengkap dengan adanya pintu masuk, lahan parkir, dermaga, shelter, menara pengamatan satwa, pondok penginapan dan penetasan penyu semi alami.

” TWA Menipo merupakan miniatur ekosistem yang ada di Pulau Timor yang meliputi beberapa ekosistem, yakni hutan Mangrove, padang savana dengan pohon lontar, pantai pendarat penyu, habitat buaya muara dan hutan tropika kering,” katanya.

Timbul mengatakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Festifal Menipo yang merupakan rangkaian dari kegiatan Role Model Menipo yang pengembangan ekowisatanya berbasis tiga pilar yakni adat, agama dan pemerintah.

” Role Model ini telah disetujui Direktur Jendral KSDA pada tanggal 13 Agustus 2019, untuk pelaksanaan tahun anggaran berjalan,” ujarnya.

Sementara Viktor Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, cara berpikir kepala BBKSDA NTT sudah lurus ke jalan yang benar karena berani mengalikan kawasan konservasi yang dilindungi Undang – Undang menjadi sebuah Taman Wisata Alam yang berklas internasional.

” Lalu bagaimana kedepannya, Festival Menipo ini harus dibuat yang benar masuk dalam agenda Pariwisata Nus Tenggara Timur. Sehingga kita tahu orang datang mau makan apa disini. Harus disiapkan kulinernya dengan baik. Kita tidak menyiapkan hotel disana, untuk itu masyarakat harus membangun rumah untuk wisatawan tinggal, tentu WC/ KM nya harus bersih dan bagus. Makanannya harus higenis dan perlu ada pentas budaya disana, juga perlu ada keramatamahan dari kita,” tegasnya.(m45)

Berikan Komentar Anda.