Home Hukrim Beraroma Korupsi Proyek Wainoret Dilaporkan Hipanara ke Kejati NTT

Beraroma Korupsi Proyek Wainoret Dilaporkan Hipanara ke Kejati NTT

297
0
SHARE

Ketua Hipanara Kupang FX. Wulan Tukan (kanan) bersama rekannya saat melapor ke Kajati NTT/ foto dok

Kupang, terasntt.com — Proyek Peningkatan SPAM di Desa Hokohorowara, Desa Horowura, Desa Lite, Desa Kenotan, Desa Lewopao, dan Desa Lewobele, Kecamatan Adonara Tengah, Kab. Flores Timur, tahun anggaran 2017, senilai Rp. 2.189.000.000,- (Dua Miliar Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Rupiah) hingga kini tidak dinikmati masyarakat. Proyek air bersih yang diambil dari Sumber Wainoret ini beraroma korupsi sehingga dilaporkan oleh Himpunan Mahasiswa Adonara Tengah (Hipanara) Kupang ke Kejaksaan Tinggi Kupang, Selasa (29/10/2019).

” Berdasarkan investigasi dokumen dan lapangan yang kami lakukan proyek peningkatan  SPAM Wainoret di Adonara Tengah “Gagal” oleh karena tidak membawa manfaat bagi 5 desa penerima manfaat serta terindiaksi kuat ada praktik korupsi sehingga kami laporkan ke Kejati NTT,” tegas Ketua Hipanara FX. Wulan Tukan.

Proyek tersebut kerjakan  oleh CV. Ago Lewo dengan kuasa direktur a.n. Petrus ama Sabon Dosi yang juga merupakan kuasa direktur PT. Global Nusa Alam untuk proyek peningkatan SPAM Ile Boleng yang sedang ditangani oleh Kejati NTT.

” Unsur melawan hukum yang kami temukan ialah pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan dokumen perencanaan, terdapat perubahan dimensi pipa dari 100 mm menjadi 75mm dari mata air ke reservoir 1 di dusun Hone desa Hokohorowura sehingga mengakibatkan tekanan air yang mengalir dari mata air ke reservoir 1 menurun drastis, serta Pengurangan volume bak reservoir 1 di dusun Hone desa Hokohorowura dari 61 m3 menjadi 54 m3 sehingga air dari reservoir 1 tidak mencapai reservoir 2 yang mana tidak mengalir ke 5 desa penerima manfaat,” tandas Wulan Tukan didampingi beberapa rekannya Iron, Hendrik, Gawe dan beberapa orang lain.

Menurutnya, pihak Kejati NTT melalui Kasie Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim, SH yang menerima perwakilan Hipanara Kupang memberikan apresiasi terhadap partisipasi Hipanara dalam melaporan dugaan tindak pidana korupsi.

” Pihak Kejati NTT memberikan apresiasi terhadap laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan SPAM Wainoret, laporan akan diteruskan ke bagian persuratan dan diteruskan ke Kepala Kejati NTT untuk disposisi tindak lanjut,” ujar Wulan.(m45)

Berikan Komentar Anda.