Bertemu Trump, Jokowi Bahas Penguatan Intelijen

Bertemu Trump, Jokowi Bahas Penguatan Intelijen

183
0
SHARE
Jokowi membahas mengenai penguatan intelijen guna menangani terorisme bersama Donald Trump. (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

Jakarta, Terasntt.com — Salah satu agenda utama Presiden Joko Widodo di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman, adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam pertemuan yang berlangsung Sabtu (8/7) waktu setempat itu, Jokowi membahas penguatan hubungan antara Indonesia dan AS, terutama dalam hal ekonomi dan pemberantasan terorisme.

Namun, sebelum membahas hal-hal serius, di ruang pertemuan Hamburg _Messe Und Congress_, Jokowi sempat menyampaikan salam kepada Trump, dari jutaan penggemar di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan salam dari jutaan penggemar Anda di Indonesia. Mereka tertarik untuk menyambut Anda di Indonesia,” ujar Jokowi, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Trump mengatakan bahwa dia tertarik untuk datang ke Indonesia, meski tidak menyebut tanggal pasti.

Adapun, salah satu hal yang menjadi perhatian utama kedua kepala negara adalah soal terorisme. Guna menganggulangi terorisme yang terjadi di seluruh dunia, Jokowi menekankan perlunya penguatan intelijen, selain penghentian aliran dana, pemberdayaan masyarakat moderat dan penyebaran kontra narasi.

“Berkurangnya pergerakan ISIS di Suriah dan Irak mengharuskan kita memberikan perhatian ekstra kepada pergerakan mereka di daerah lain, termasuk Asia Tenggara. Penyerangan dan pendudukan grup teroris di Marawi, Filipina merupakan bukti meningkatnya ancaman terorisme,” kata Jokowi.

Trump menambahkan Indonesia dan AS harus lebih erat bekerjasama menghadapi ancaman keamanan internasional, termasuk program rudal dan nuklir Korea Utara.

Sementara soal perdagangan, Trump memastikan Indonesia-AS akan lebih banyak berbisnis di masa depan.

“Kita sudah menjadi teman dan kita akan melakukan banyak kesepakatan perdagangan. Sekarang ini, perdagangan Indonesia-AS masih relatif sedikit, tapi itu akan berubah,” kata Trump, seperti dikutip dari laman resmi Gedung Putih.

Tidak hanya soal perdagangan, Trump bahkan memuji gaya kepemimpinan Jokowi.

“Merupakan kehormatan bisa bertemu presiden Indonesia, negara yang terus berkembang pesat dan saya yakin, itu karena kepemimpinan yang baik,” katanya.

Selain bertemu Trump, di hari yang sama, Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phucey, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, serta Presiden Republik Korea Moon Jae In.

Setelah itu, Jokowi akan kembali ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada Minggu (9/7) petang.(cnn/les)

Berikan Komentar Anda.