Home Ekbis Dewan Endus Dugaan Kebocoran Biaya Sewa Pakai Los Pasar Oesao

Dewan Endus Dugaan Kebocoran Biaya Sewa Pakai Los Pasar Oesao

640
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang mengendus dugaan adanya kebocoran pendapatan yang bersumber dari pengelolaan Pasar Oesao di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.
Hal itu dikemukakan anggota DPRD Kabupaten Kupang, Daud Ullu kepada wartawan di gedung DPRD Kabupaten Kupang, Rabu (14/9/2016) siang.

Dugaan itu kata Daud, dilatari target pendapatan yang bersumber dari sewa pakai bangsal pasar maupun retribusi harian pedagang yang berjualan di pasar itu.

“Target pendapatan yang bersumber dari pengelolaan Pasar Oesao tidak tetap, terkadang naik dan turun,” ungkapnya.

Anggota Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengatakan, dengan peningkatan jumlah pedagang yang terus bertambah serta tingkat kunjungan warga ke pasar itu terus meningkat semestinya pendapatan yang diperoleh dari hasil pengelolaan pasar itu tidak fluktuatif.

“Semestinya pendapatan yang diperoleh meningkat,” katanya.

Ia mengatakan, realisasi pendapatan yang tidak tetap bahkan cenderung menurun itu disebabkan karena pengelolaan pasar yang tidak dilakukan secara professional. Sebab hingga saat ini, pengelolaan pasar di Kabupaten Kupang masih ditangani Pemerintah Kabupaten Kupang.

Agar pengelolaan pasar menjadi professional, ia menyarankan agar Pemkab Kupang membentuk Perusahan Daerah (PD) yang secara khusus mengelola pasar.
Selain itu, ia juga menyoroti pengelolaan pasar yang masih amburadul. Hal itu kata Daud, menjadi pemicu utama kemacetan yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Bagaimana pemerintah menyulap Pasar Oesao menjadi pasar modern. Kalau manajemen pengelolaannya amburadul seperti saat ini. Jangan sampai nanti, hanya gedungnya saja yang modern tetapi penataan masih tradisional,” ujarnya.

Sementara itu ditemui secara terpisah sejumlah pedagang maupun tokoh masyarakat di Pasar Oesao, selain mengeluhkan penataan pedagang yang amburadul juga mengeluhkan tidak disiapkan tempat khusus pembuangan sampah.

“Sampah yang dihasilkan dari Pasar Oesao diperkirakan satu ton per hari. Itu dibuang sembarang saja karena pemerintah tidak menyediakan tempat khusus untuk penampungan sampah,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat di lokasi itu, Hendrik Mira.

Sedangkan pedagang yang kesehariannya berjualan di pasar itu, Daud Kore Ludji menambahkan, pihaknya telah berulang kali mendatangi Pemkab Kupang agar disiapkan mobil operasional mengangkut sampah namun hingga saat ini belum terpenuhi.

“Kami harapkan ada perhatian pemerintah, jangan hanya dating pungut biaya retribusi di sini tetapi kenyamanan pedagang maupun pembeli tidak diperhatikan,” tandas Daud.(bet)

Berikan Komentar Anda.