Dewan Nilai Nominal Beasiswa bagi ASN Terlalu Kecil

Dewan Nilai Nominal Beasiswa bagi ASN Terlalu Kecil

129
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com — PDRD Kota Kupang menilai Nominal Pemberian Beasiswa bagi ASN yang sedang melanjutkan Studi di luar NTT terlalau kecil. Satu tahun hanya Rp 15 juta.

“Kami Untuk meminta agar besaran nominalnya dinaikan,” kata Ketua Komisi III, Herry Kadja Dahi dalam Rapat Badan Anggaran bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah(BKPPD) Kota Kupang beberapa waktu lalu.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Yeskiel Loudoe tersebut dihadiri Kepala BKPPD, Daud Hirenimus Djira bersama Asisten III, Laurens J Toko.

Menurut Herry, Kota Kupang yang mempunyai APBD lebih besar dibandingkan beberapa daerah lainnnya harusnya mempunyai nominal yang lebih besar.

Herry membandingkan APBD Kota Kupang, dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Kupang, yang mempunyai APBDnya lebih kecil, namun memberikan beasiswa dengan nominal yang cukup besar Rp 50 juta.

” Sangat kecil kalau kita lihat angka itu, untuk itu perlu ditingkatkan menjadi 50 juta, karena Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS yang APBDnya lebih
Kecil dari Kota Kupang bisa mencapai Rp 50 pertahun, jadi harus disesuaikan,”katanya.

Merespon Itu, Kepala BKPPD, Daud Hironimus Djira, mengatakan pemberian tersebut sesuai Perwali Kota Kupang yang lama, sehingga perlu di perbaharui, karena bila dilakukan tanpa disertai pembaharuan akan menyalahi aturan dan menjadi temuan BPK.

” Kita masih pakai Perwali lama tahun 2000 lalu jadi perlu ditinjau kembali,” katanya.

Dia menuturkan bahwa untuk sementara dipakai perwali lama, dan akan ditinjau kembali menjadi Rp 30 Juta pertahun.

Mendengar Penjelasan tersebut, Herry kembali menambahkan Kemampuan Keuangan Pemkot masih bisa dinaikan menjadi Rp 50 atau Rp 45 juta lagi.

” Bisa kita di Kota Kupang, uang itu sangat kecil, karena 1 bulan biaya hidup 1 juta tak cukup,”katanya.

Hal sama disampaikan, Anggota Komisi III, Jhon G Seran bahwa nominal demikian sangat kecil, karena tak ada artinya bagi mereka.

” Mari kita lihat aturannya, karena kita yang punya anak yang sekolah diluar setiap bulan biaya itu sangat kecil untuk penuhi kebutuhan, maka satunya revisi perwali,”ujarnya.

Dia menambahkan BKPPD perlu dilakukan peninjaun ulang untuk di ajukan kembali agar bisa ditindaklanjuti, karena sangat disayangkan, nominal tersebut.

” Harus di sesuaikan itu, kita dukung karena sangat kecil,”ucapnya.

Merespon itu, Daud menuturkan untuk sementara kajian terbaru sebesar 30 juta pertahun.” Kita sekarang sudah naikan menjadi 30 juta. Kita sekarang biayai 22 orang ASN yang melanjutkan studi diluar yakni ada S1-S2,”tegasnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.