Home Pendidikan Diberhentikan Sepihak,Guru Honor Ini Merasa Dipermainkan Pihak Sekolah

Diberhentikan Sepihak,Guru Honor Ini Merasa Dipermainkan Pihak Sekolah

1320
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Berbagai ceritera suka dan duka para guru honor seantero negeri ini menarik untuk disimak. Demikian juga ceritera tentang Yandri Klau, guru honor pada SD Sekip Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan diberhentikan sepihak oleh pjs kepala sekolah. Ia merasa  pengabdiannya sejak tahun 2011 sia – sia, bahkan juga dipermainkan kepala dinas pendidikan setempat dengan janji muluknya untuk memperjuangkan.

Saat menghubungi terasntt.com, Yandri berkisah, bahwa sekitar bulan Juni 2018 ia mengalami persoalan rumah tangga yang berujung pada perceraian  dan harus berurusan dengan pengadilan setiap minggu. Untuk itu dia membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan atas dasar itulah Plt kepala sekolah saat itu  Kasmina L.N Aploegi mengeluarkan SK pemberhentian sementara yang berlaku sampai urusannya tuntas.

Lebih lanjut katanya ketika urusannya sudah beres, ia mengalami sakit kista yang mengharuskannya naik meja operasi dan beristirahat hingga kondisinya membaik.

Tiba saat ia kembali melaporkan diri untuk masuk kembali sekolah, namun ia menuai masalah sehingga dilaporkannya ke kepala dinas pendidikan setempat, namun hanya janji muluk untuk memperjuangkannya dan meminta korban untuk kembali melaporkan diri. Ketika korban kesana sudah ada Plt kepala sekolah baru atas nama Soleman Mone dan ia mendapat jawaban bahwa harus menunggu SK dari Plt lama.

Mendapat jawaban seperti itu, wanita yang sudah bercerai inipun berinisiatif bertemu kembali dengan kepala Dinas P & K dan diarahkan kembali bertemu Plt kepala sekolah, ini dilakukan hingga tiga kali namun tidak ada jawaban yang pasti dan seolah olah dipermainkan.

Ia pun merasa  kecewa dengan pihak sekolah yang mempermainnya karena SK pemberhentian sementara tapi saat melapor untuk masuk sekolah, pihak sekolah mengatakan ia sudah diganti dan diberhentikan.

” Jika diberhentikan mestinya ada SK bukan secara lisan saja,ini tidak menghargai saya yang sudah mengabdi di sekolah tersebut,” ujarnya kesal.

Ia menambahkan hak haknya juga tidak diperoleh seperti gaji,sedangkan insentif daerah namanya diajukan sebelumnya juga tidak ada dalam daftar penerima sesuai list yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bulan Desember 2018.

” Saya sudah bertemu juga dengan pak kadis bahkan kontak via telp tapi tidak  ada jalan keluar, yang ada hanya janji janji,” ketusnya.

Kepala Dinas P& K  TTS Seperius E Sipa saat dikonfirmasi diruang kerjanya 3
Januari 2019 lalu mengatakan bahwa SK yang bersangkutan adalah SK kepala sekolah sehingga pihaknya tidak bisa intervensi namun ia sudah memanggil PLT kepala sekolah dan beberapa guru senior dan tenaga honor tersebut ( Yandry Klau ) sudah tidak diterima lagi.

Sementara itu Plt kepala sekolah Soleman Mone ketika dikonfirmasi via telpon 20 Desember 2018 lalu mengatakan bahwa ia tidak tau tentang persoalan tersebut sedangkan untuk pembayaran honor silahkan yang bersangkutan bisa datang ke sekolah sambil mengakhiri panggilan terburu-buru.

Media ini mencoba datang ke sekolah tanggal 10 dan 11 Januari lalu  pun tidak bertemu bahkan konfirmasi lewat sms juga tidak ada balasan sampai berita ini diturunkan.(sys)

Berikan Komentar Anda.