Home Daerah Dinkes Kota Kupang Diminta Harus Miliki Buku Register Kasus HIV dan...

Dinkes Kota Kupang Diminta Harus Miliki Buku Register Kasus HIV dan AIDS

71
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com-Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kota Kupang, diminta untuk dapat memiliki data yang akurat soal jumlah kasus HIV dan AIDS di Kota Kupang.

“Saya minta Dinas Kesehatan guna berkoordinasi dengan KPA guna memiliki buku register akan kasus HIV dan AIDS tahun per tahun yang lengkap dengan alamat si penderita.Karena ini sebagai dasar dalam penanganan akam kasus HIV/AIDS baik itu untuk perencanaan kegiatan, pengadaan maupun distribusi obat, reagen dan sebagainya,” kata Wakil Wali Kota Kupang,Hermanus Man pada acara pertemuan koordinasi triwulan KPA dan stakeholder di Kota Kupang, Rabu (18/9).

Kegiatan yang berlangsung di aula rumah jabatan walikota Kupang tersebut, Man mangatakan , perlu ada buku register atau buku induk guna bisa mengetahui secara jelas akan kasus HIV dan AIDS di Kota Kupang.

“Pentingnya buku register ini jika ada yang mati di kasih tanda, pindah dikasih tanda, guna suatu saat walikota meminta data kasus HIV dan AIDS tinggal diberikan buku registernya saja, jadi tidak harus sodor kertas yang tidak teratur,” tegas Man.

Dikatakannya, jujur tahun ini dirinya  berharap agar pendataan kasus HIV dan AIDS di tata secara baik.” Namanya survelens berdasarkan data, yang nantinya data tersebut diolah menjadi informasi,” lanjut Man. Rapat jejaring ini untuk mendapatlan informasi, dan informasi tersebut diolah berdasarkan informasi dengan berbasis data yang akurat.

Selain itu, kata Man dengan telah terbentuknya WPA dintiap kelurahan harus terbangun  atau memiliki ling secara baik dengan puskesmas.

” Kita harus bersykur sesuai data menunjukakan ada 8 kasus di tahun ini, namun tidak terlalu bombasstik. Namun, secara trend tetap ada setiap tahun kasus yang terjadi, ” tambah Man. Dari data ini dapat disimpulkan sumber penularan ada di Kota Kupang, sehingga upaya yang dilakukan yakni digempur sumber penularan tersebut.

“Salah satu upaya yang digempur  yakni si penderita sebagai sumber penularan dan berikutnya orang-orang yang berisiko dengan cara pengobatan secara teratur,” kata Man.

Oleh karena, dinas kesehatan harus perlu lakukan monitoring obat antiviral, guna tidak terjadi kekurangan stock obatnya.

“Soal ini saya minta  tanggungjawab Puskesmas dan WPA guna tidak terjadi droupout.Jika terjadi droupout maka perlu dicari tahu penyebabnya dengan membangun koordimasi dengan dinas kesehatan kota, KPA kota, dan Dinas Kesehatan Provinsi serta KPA provinsi,” pinta Man.

Menurut Man, orang HIV dan AIDS ini sehat walaufiat, jadi dia melakukan hubungan sexs dimana saja dapat mengakibatkan penularan akan terjadi di tempat lain yang mengakibatkan terjadi penambahan kasus.(Yon)

Berikan Komentar Anda.