Home Ekbis Disperindagkop TTS Gelar Pelatihan, Peserta Dimodali Mesin Jahit

Disperindagkop TTS Gelar Pelatihan, Peserta Dimodali Mesin Jahit

168
0
SHARE

Pelatihan menjahit yang digelar Disperindagkop TTS/ foto Erik

Soe, terasntt.com — Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar pelatihan menjahit bagi kelompok usaha industri kecil. Setelah pelatihan masing – masing peserta mendapat satu unit mesin jahit sebagai modal awal.

Pelatihan dan praktek menjahit ini berlangsung selama 10 hari di Gedung promosi samping terminal Haumeni Soe dan dibuka langsung Kadis Perindagkop, Frist Tobo, Jumat (27/9/2019)

Pada kesempatan itu, Frist Tobo mengatakan, bahwa lewat pelatihan menjahit tersebut para peserta bisa membuka usaha menjahit untuk meningkatkan ekonomi atau pendapatan keluarga.

Ia berpesan agar para peserta serius dalam mengikuti semua materi yang diberikan agar setelah pelatihan mampu mandiri dengan membuka usaha baru.

Sebagai modal awal pemerintah sudah menyiapkan mesin jahit untuk digunakan saat pelatihan dan akan menjadi milik setiap peserta.

” Jangan jadikan barang (mesin jahit ) sebagai hiasan tapi dimanfaatkan secara baik lewat usaha menjahit,” tegasnya.

Sementara Kabid Bina Industri, Dewa Made Raka yang mendampingi para peserta menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di mana masyarakat membentuk kelompok kemudian diidentifikasi oleh dinas dan mengajukan permohonan dengan mengetahui lurah.

” Satu kelompok non formal minimal 20 orang dan jikakalau lebih akan menjadi jadi usaha formal,” katanya.

Lebih lanjut katanya, dalam tahun ini ada delapan paket dan yang sudah berjalan empat paket sementara sisa empat akan diajukan untuk segera dilaksanakan bulan Oktober.

Menurutnya, bahan dan alat disediakan sehingga itu bisa dijadikan sebagai modal awal peserta dalam membuka usaha.

” Jadi ketika selesai pelatihan mereka bisa langsung praktek dan membuka usaha, ini sangat menguntungkan mereka,” ujar Made.

Menurut Made, Instruktur pelatihan ini terdiri 5 orang dari Dinas Perindagkop dan 1 orang dari SMK Negeri 2 Soe yang memberikan materi pembekalan dan ilmu pengetahuan serta praktek menjahit.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga setiap tahun bisa diakomodir dalam musrenbang kelurahan.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bahan dan alat dalam bentuk berita acara kepada para peserta.

Lurah Soe, Imen Selan saat dimintai komentarnya mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena merupakan bentuk perhatian Pemda TTS dalam hal pemberdayaan, bahkan ada batuan langsung sehingga usai pelatihan sudah ada peluang usaha.

” Saya harapkan para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik karena ini adalah peluang usaha dan akan terus dipantau,” ujarnya.(sys)

Berikan Komentar Anda.