Distan TTU Diduga Tilep Uang Petani Peserta PEDA

Distan TTU Diduga Tilep Uang Petani Peserta PEDA

115
0
SHARE
Foto : Ilustrasi

KEFAMENANU, Terasntt.com — Sebanyak 10 orang petani asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengikuti Pekan Daerah (Peda) Petani tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo 19 April 2017 lalu. Onkum Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Pertanian TTU yang mengurus ke 10 petani pada kegiatan tersebut diduga menilep uang mereka.

Hal ini terungkap oleh beberapa petani itu, bahwa sebelum berangkat ke Nagekeo mengikuti PEDA, mereka dikumpulkan Kabid di rumahnya untuk membagikan uang jalan sebesar Rp 2.100.000 per orang. Namun, lanjut mereka saat itu hanya diberikan Rp 1.500.000 peorang sementara Rp 600.000 ditahan hingga kembali dari Nagekeo.

” Sebelum berangkat kami diarahkan berkumpul di rumah Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan. Kami dibayar bendahara uang Rp 1.500.000 per orang. Terus ada uang sebesar Rp 600.000 yang ditahan katanya untuk kebutuhan selama kegiatan berjalan di Nagekeo dan akan dikembalikan setelah pulang dari sana. Padahal informasi yang kami dapat ada kontribusi dari daerah untuk propinsi dalam pembangunan stand berjumlah Rp. 5 juta. Disana juga kami menginap di rumah – rumah penduduk. Kalau ada kontribusi untuk tiap kabupaten termasuk TTU Rp. 5 juta diluar uang yang kami terima, untuk apa ada pemotongan uang kami lagi,” ungkap seorang petani yang enggan menyebutkan namanya.

Demikian juga ungkap petani lain, bahwa mereka juga dijanjikan akan dikembalikan uang Rp 600.000 itu setelah pulang.

” Kami semua juga dijanjikan akan dikembalikan uang sejumlah Rp 600 ribu yang dipotong. Kami terima pertama Rp 1.500.000 dari bendahara di rumah pak kabid, tepatnya tanggal 16 April saat libur Paskah. Terima kedua di kantor sebesar Rp 600.000 setelah pulang dari Nagekeo. Itupun kami dipanggil perorangan. setahu saya, saya terima hanya Rp 600 ribu dan mungkin itu sudah hak saya. Kalau ada kelebihan uang kami, kami tidak tahu sampai di situ karena kami hanya dikasih Rp 600.000 saja saat pulang. Saat kami terima uang yang pertama, kami juga tidak dikasihtahu hak yang harusnya kami terima itu berapa nilainya secara keseluruhan sehingga yang kami terima sekian dan dipotong sekian,” ungkapnya.

Kesepuluh petani dan seorang penyuluh yang uangnya ditahan saat itu diantaranya, Petrus Asuat (kades haumeni Ana), Rikardus Lake (mantan Kades Nian), Fransiskus Nofu (petani asal desa Saenam), Kades Bokon, Wilibrodus Neno (petani desa Oabikase), Elisabeth Sesnae (Ketua Kelompok Wanita Tani/KWT desa Oenaem), Ana, Krispina Sasi (Ketua KWT Damai desa Nimasi), Egidius Cunino (Ketua Gapoktan desa Teba Timur), Katharina Imelda Da Costa (petani Obe desa Fafinesu A dan penyuluh, Andreas Seran.

Data anggaran yang berhasil diperoleh media ini, untuk para petani dan penyuluh tercatat Rp 3.350.000 per orang di luar uang tiket. Dengan perincian, uang penginapan Rp 1.350.000 dan lunsum Rp. 2 juta.

Sedangkan faktanya, jumlah uang yang diterima para petani dan penyuluh hanya Rp 2.100.000.

Sementara untuk kontribusi stand, dari kabupaten sebesar Rp 5.150.000 namun yang dibayar ke provinsi Rp. 3.500.000 dan sisa kelebihan sebesar Rp 1.250.000.

Dua petani lainnya ikut menjelaskan, bahwa mereka semua menginap di rumah penduduk sesuai yang diumumkan dalam pemberitaan sebelumnya, yakni para peserta kegiatan tinggal di rumah-rumah penduduk.

” Kami menginap di rumah penduduk dan saat mau pulang kami secara spontan mengumpulkan uang masing – masing Rp 100 ribu untuk tuan rumah. Itu tidak menjadi masalah buat kami. Tapi kami agak kesulitan saat berangkat. Terus terang, perjalanan dari Kefa menuju Kupang kami pakai uang pribadi. Dari Ende menuju Nagekeo juga biaya transportasi kami tanggung sendiri begitupun saat hendak pulang dari Kupang menuju Kefa,” ungkap mereka kepada media ini.

Masalah ini baru diungkapkan lantaran, berkembang informasi bahwa hak yang harus diterima para petani dan penyuluh tidak sesuai dengan biaya yang disiapkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Distan TTU belum berhasil dikonfirmasi.(dit)

Berikan Komentar Anda.