Home Profil Ewalde Taek, Perempuan yang Terus Berjuang

Ewalde Taek, Perempuan yang Terus Berjuang

411
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com – Satu alasan yang membuat seorang bisa tertarik dengan dunia politik, adalah dampak sebuah keputusan politik bagi banyak pihak. Satu kebijakan yang diambil, bisa menyelamatkan banyak jiwa. Prinsip semacam inilah yang dihayati oleh Teodora Ewalde Taek, anggota DPR kota Kupang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2014-2019.

Teodora Ewalde Taek, lahir di Belu pada tanggal 11 Agustus 1973, dari sebuah keluarga politisi. Ayah angkatnya adalah orang kepercayaan dari dari tiga partai besar, yaitu partai PDI (Partai Demokrasi Indonesia), partai Golkar (Golongan Karya), dan Partai P3 (Partai Persatuan Pembangunan). Karena keahliannya dalam berorasi, setiap momen kampanye, bapaknya selalu dipanggil oleh ketiga partai ini untuk berorasi.

Keterlibatan Ayahnya dalam dunia politik ini, memberikan dampak pada anak-anaknya, termasuk Ewalde. Dalam berbagai momen, Ewalde selalu menyempatkan diri untuk menyertai ayahnya, satu momen yang pada akhirnya membawa Ewalde ikut menyusuri dunia politik bertahun-tahun kemudian.

“Bapak dari dulu pengurus partai, jadi kami sejak kecil sudah tahu namanya politik. Kalau mau kampanye PDIP orang datang ambil bapak, mau kampanye Golkar orang datang ambil bapak, mau kampanye P3 juga orang datang ambil bapak. Waktu itu partai politik sangat mengakui ketokohannya. Yang mereka inginkan hanyalah agar Bapak bisa membuat lapangan kampanye penuh dengan orang-orang.” Terang Ewalde di sela-sela kesibukannya.

Selain ayah angkatnya, aktivitas ibunya pula cukup berpengaruh pada diri Ewalde. Ibunya adalah seorang tim penggerak PKK dan sering melakukan kegiatan dan turun ke desa-desa. Ewalde pun dibawa serta. Dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan orang tuanya itu, Ewalde pada akhirnya memiliki sebuah pandangan yang cukup tentang politik. Politik adalah sebuah kerja untuk kebaikan banyak orang, dan itulah yang kemudian dihayati oleh Ewalde.

Ewalde kuliah di Universitas Widya Mandira-Kupang. Selama mahasiswa, perempuan berambut hitam panjang itu sudah aktif di dunia politik.

“Awal kuliah, sebenarnya saya sudah aktif di dunia politik. Tahun 1995, sekitar umur 22 tahun, saya sudah menjadi juru kampanye mahasiswa dari partai Golkar di Atambua. Pemilu 1997 saya sudah kampanye di panggung politik. Selain itu, saya sempat menjadi ketua BEM. Pengalaman-pengalaman itu yang membuat saya merasa bahwa dunia politik bukanlah sesuatu yang benar-benar menakutkan. Politik itu baik. tergantung kita memperjuangkannya!”

Setelah menamatkan kuliah, Ewalde mengajar di Sumatera barat. Selama menekuni profesi guru, nyaris tidak ada aktivitas politik yang dilakukannya.

  1. Tahun 2005, beliau kembali ke Kupang dan bertemu dengan Daniel Hurek. Daniel Hurek adalah satu orang yang secara serius memperhatikan sepak terjang Ewalde dalam dunia politik bertahun-tahun yang lalu. Dari pertemuan itu, kembalilah Ewalde beraktivitas dan mengabdikan diri dalam dunia politik, dalam arti secara serius membuat sesuatu hal untuk kebaikan banyak orang.Sebelum masuk menjadi pengurus PKB pada tahun 2008, Ewalde sudah masuk dalam partai Partai Kristen Demokrat Indonesia (PKDI), sehingga ketika masuk ke sebuah partai yang baru, ataupun kini menjabat sebagai Anggota DPR Kota Kupang, persoalan penganggaran ataupun kebijakan-kebijakan bukanlah hal baru dalam diri Ewalde.

    Setelah masuk ke partai politik, dia diajak oleh Ibu Walikota untuk bergabung dalam PKK selama lima tahun. Selain itu, Ewalde juga menjadi sekretaris GOP TKI. Tawaran-tawaran dan aktivitas-aktivitas itu meyakinkan Ewalde, bahwa politik sudah menjadi dunianya.

    Selain aktivitas-aktivitas itu, Ewalde juga mengurus Rumah Pintar dari tahun 2011-2013. Rumah Pintar ini menyediakan tempat dan buku bacaan untuk anak-anak.

    “Itu juga bagian dari penilaian kinerja yang selama ini terjadi di PKK kota Kupang. Rumah Pintar diresmikan tanggal 8 Februari 2011. Dan hanya satu nama yang disebut oleh Bapak Dan Adu dan Ibu Welmince, bahwa untuk Rumah Pintar itu berjalan dengan baik, hanya satu orang yang mereka percayai. Saya merasa bersyukur karena orang yang mereka maksudkan itu adalah saya. Alasannya karena selama lima tahun mengurusi PKK, kinerja saya dinilai cukup baik.“ Ujar Ewalde sambil senyum.

    Perjuangan mengabdi yang dilakukan Ewalde selama ini, pada akhirnya menghantarnya menjadi anggota DPR kota Kupang periode 2014-2019. Dan melihat prestasi politiknya selama ini, Ewalde termasuk kader perempuan yang cukup diharapkan.

    Kepada para kader perempuan lain yang ingin maju dalam dunia politik, dia memberikan dukungan yang positip.

    “Ruang publik untuk perempan saat ini cukup banyak. Dalam politik, haruslah ada kepercayaan yang diberikan orang-orang kepada kita. Salah satunya lewat partai politik. Kita tidak bisa berjuang sendiri. Memang di partai itu tidak ada gaji, namun kita bisa lebih mendekatkan diri ke masyarakat. Walaupun pada saat tertentu, politik ini agak keras, tapi jika dilakoni dengan konsistensi dan komitme, saya pikir tidak ada soal.” Tegasnya.(rafael l.  pura)

Berikan Komentar Anda.