Forum Perempuan Cendikiawan NTT Perjuangkan Hak Politik Perempuan

Forum Perempuan Cendikiawan NTT Perjuangkan Hak Politik Perempuan

133
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, terasntt. Com — Forum Perempuan Cendikiawan NTT terus memperjuangkan hak pokitik perempuan. Forum ini telah menciptakan berbagai terobosan untuk memperjuangkan hak kaumnya demi kesetaraan gender.

Salah satu terobosan forum ini yakni menggelar pertemuan raya perempuan Nusa Tenggara Timur dalam rangka konsolidasi perjuangan perempuan dalam bidang politik yang berlangsung di aula Gedung DPD RI perwakilan NTT di Kupang, Kamis (7/12/2017).

” Kegiatan ini dalam rangka untuk terus berkonsultasi dengan kaum perempuan dan juga kaum lelaki yang perspektif gender dan juga ikut memperjuangkan partisipasi publik khususnya partisipasi politik perempuan di provinsi NTT. Kegiatan ini melibatkan perempuan – perempuan potensial di seluruh wilayah NTT Jadi ada keterwakilan dari provinsi juga keterwakilan dari kabupaten -kabupaten se provinsi NTT . Kami harapkan melalui konsultasi ini partisipasi politik perempuan itu semakin terbuka sehingga ada keterwakilan oleh kaum perempuan yang potensial dan semakin diterima oleh masyarakat khususnya juga partai-partai politik untuk melibatkan dan memberikan ruang partisipasi politik perempuan. Setidaknya kami harapkan affirmative yang diberikan kepada partisipasi politik perempuan itu terpenuhi tidak hanya sebagai bakal Calon Legislatif tetapi sampai kepada terpilihnya mereka menjadi anggota legislatif itu. Begitu harapan kami dan menjadi satu target,” kata ketua Panitia penyelenggara dr. Yovita Anike Mitak dihadapan Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, anggota DPD RI, Paul Liyanto serta undangan.

Menurutnya kegiatan tersebut bertujuan memperjuangkan hak perempuan yang belum belum terakomodir. Sekarang seperti apa yang juga masih banyak tantangan yang dihadapi salah satunya kesiapan – kesiapan perempuan untuk terjun di dunia publik khususnya politik.

Kemudian juga lanjtnya ada masa kesiap sediaan partai politik untuk benar-benar membuka ruang untuk partisipasi keterlibatan perempuan melalui pintu-pintu partai politik yang ada dan juga faktor budaya di mana perempuan sekarang kita lihat masih mempunyai beban ganda tugas domestik dan tugas non domestik atau tanggungjawab publik dan juga masih ada kendala dan tantangan perempuan untuk bisa terlibat penuh di dunia publik khususnya politik dan menjadi hambatan-hambatan untuk tercapainya target – target yang kita harapkan.

” Keterwakilan perempuan di legislatif secara secara NTT periode sebelumnya mencapai 7,7 persen. Sekarang turun menjadi 6 persen. Kita harapkan ini bisa meningkat lagi pada tahun 2019,” katanya.

Demikian juga Benny Litelnoni saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Pertemuan tersebut sangat stratgis untuk bersama – sama memperjuangkan hak perempuan dalam bidang politik.

Menurutnya, Politik dalam arti luas bukan untuk memperoleh suatu kekuasaan tetapi bagaimana kita menyakurkan aspirasi kelompok tertentu.

” Porsi perempuan. Yang katanya 30 persen belum maksimal. Karena berbagai alasan termasuk budaya dan juga birokrasi,” katanya.(mas)

Berikan Komentar Anda.