Fredrik Benu: Wujud Kepedulian Terhadap Keberagaman

Fredrik Benu: Wujud Kepedulian Terhadap Keberagaman

113
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Wujud dan ekspetasi terhadap keberagaman perlu dilaksanakan agar sejalan dengan kesadaran berpikir dan realitas perilaku dalam membangun martabat bangsa dan negara. Sumbangan hewan kurban merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap keberagaman.

” Sumbangan hewan kurban, satu ekor sapi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang ini, menjadi salah satu wujud kepedulian dalam keberagaman dengan hadir bersama umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah,” kata
Rektor Undana, Kupang, Prof. Dr. Fredrik L. Benu, di Masjid Al Ikhlas, Bonipoi, Kupang, Jumat (1/9/2017).

Dihadapan Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, Anggota DPRD NTT, Muhammad Ansor, Kepala Badan Ketahanan Pangan NTT, Haji Husein dan pembantu Rektor, para Dekan serta sejumlah dokter hewan dan calon dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Undana, Kupang, Fredrik Benu menegaskan, membangun persaudaraan dan keberagaman itu penting di tengah situasi bangsa saat ini.

” Jadi dalam banyak hal kita harus wujudkan adanya rasa persaudaraan dalam keberagaman agar kita satu dalam realitas berpikir membangun martabat bangsa. Hanya saja secara kebetulan saya juga lahir, besar dan sampai saai ini masih civitas dengan umat di Bonipoi, bahwa kita dari dulu satu adanya dan sampai kapanpun tidak ada yang bisa meniadakan keberagaman dan persaudaraan ini,” jelas Rektor Fredrik Benu.

Sementara Imam Masjid Al Ikhlas, Bonipoi, Kupang, Mahdi Salama, menyampaikan terima kasih banyak kepada Rektor Undana dan civitas academika yang telah memberikan perhatian dan rasa peduli terhadap sesama.

” Kami ucapkan terima kasih atas sumbangan hewan kurban dari pak Rektor Fredrik Benu dan ini menjadi satu wujud kepedulian terutama bagi umat yang merayakan Idul Kurban. Kami juga minta terima kasih kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur, yang mana setiap tahun perayaan Idul Kurban, Masjid Bonipoi selalu mendapat sumbangan hewan kurban,” ucap Imam Mahdi Salama.

Satker menjadi BLU

Dalam keterangan persnya, Fredrik Benu, menjelaskan terkait perubahan status Undana Kupang dari Satker (Satuan Kerja) menjadi BLU (Badan Layanan Umum).

” Jadi status Undana Kupang pada Dies Natalis ke 55, pada Senin (4/9/2017), secara langsung berubah menjadi BLU. Pada Dies Natalis ke 55 itu, kami juga akan mewisuda 1.560 orang dari berbagai program studi. Termasuk pak Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, diwisuda Megister Hukum (MH) dan sekaligus menjadi ALumni Undana Kupang,” ungkap Fredrik Benu.

Dijelaskan Rektor, perubahan status Undana Kupang dari Satker menjadi BLU yang akan diumumkan bertepatan dengan Dies Natalis ke 55, menunjukan adanya keseriusan Undana Kupang untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan pendidikan tinggi kepada mahasiswa.

” Perubahan status ini membawa konsekuensi bahwa menjadi BLU berarti pelayanan pendidikan tinggi kepada mahasiswa harus lebih baik. Karena konsekuensi dari BLU ini, pemerintah pusat mengurangi tanggungjawab anggarannya. Rupiah murni semakin berkurang dan kami yang membayar sendiri gaji dan remunerasi para dosen, para profesor doktor,” tambah Rektor.

Terkait dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal), lanjut Rektor, tidak mengalami kenaikan. Bahkan pihak Undana dalam menyediakan anggaran sendiri melalui upaya kebijakan non-UKT, yaitu lewat unit-unit pendidikan tinggi termasuk program-program pendidikan lain diberdayakan untuk memberikan pemasukan bagi Undana.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.