Home Humaniora Hari Pahlawan, Bagaimana Kaum Muda Memaknainya

Hari Pahlawan, Bagaimana Kaum Muda Memaknainya

181
0
SHARE

Oleh : Erik Sanu

Soe, terasntt.com — 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan karena pada hari itu pasukan Indonesia melakukan perang pertama dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia dan menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Momentum peperangan di Surabaya,Jawa Timur itu menjadi legitimasi peran militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Sehingga nilai kepahlawanan tersemat dalam sebuah perjuangan melawan agresi militer.

Beberapa pucuk senjata api dan bambu runcing adalah alat untuk berperang namun tak menjadikan para pejuang kita gentar dan ciut melawan penjajah.

Bung Tomo yang adalah salah satu tokoh kunci mampu mengobarkan semangat juang rakyat lewat siaran-siarannya radionya. Itu merupakan sekilas tentang perjuangan para pahlawan bangsa ini dalam meperoleh kemerdekaan Indonesia.

Mengutip kata Bung Karno “Negara Yang Besar Adalah Yang tidak melupakan Jas Merah” Artinya tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut yang mana para pahlawan rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia.

Kita tidak bisa menjadi bangsa dan negara Indonesia seperti sekarang, jika tanpa jasa jasa mereka.
Karena itu kita harus mampu mengenang dan menghargai pejuangan, pengorbanan para pahlawan dan pemimpin bangsa yang menjadi simbol negara Indonesia.

itulah sebabnya, sejarah bangsa ini telah mendokumentasikan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah “hadiah” dari bangsa lain, melainkan hasil dari perjuangan dan pengorbanan jiwa & raga para pejuang & “founding fathers” (B
bapak – bapak bangsa) se-Nusantara dengan aneka ragam latar belakangnya.

Berjuang dan berkorban, sejak periode “merebut kemerdekaan” hingga periode kritis ketika harus “mempertahankan kemerdekaan” yang telah diproklamasikan.

Berikan Komentar Anda.