Home Hukrim Hipanara Kupang “Beberkan” Hasil Investigasi Proyek Wai Noret di Adonara Tengah

Hipanara Kupang “Beberkan” Hasil Investigasi Proyek Wai Noret di Adonara Tengah

729
0
SHARE

Koordinator investigasi Wai Noret Hironimus Boleng

Kupang, terasntt.com — Himpunan Pelajar Mahasiswa Adonara Tengah (Hipanara) Kupang, kembali menyuarakan persoalan air minum bersih Wai Noret di wilayah Adonata Tengah. Tak tanggung -tanggung, kali ini Hipanara membeberkan sejumlah item kegiatan yang kurang dari volume pekerjaan, dan bahkan ada item pekerjaan yang tidak dikerjakan kontraktor.

Hasil penelitian dokumen dan investigasi lapangan itu, dibuat dalam pernyataan pers yang diterima redaksi Terasntt, Senin, (11/11/2019), ditandatangani oleh Koordinator Tim Investigasi Lapangan, Hironimus Boleng.

Hipanara menilai, hampir keseluruhan kegiatan proyek tahun 2017 lalu itu dikerjakan tidak sesuai dengan dokumen perencanaan dan terindikasi korupsi. Pasalnya, ditemukan bahwa sejak awal pelaksanaan pembangunan Peningkatan SPAM Desa Hokohorowura, Desa Horowura, Desa Lite, Desa Kenotan, Desa Lewopao, dan Desa Lewobele, tidak dipasang papan nama proyek dan sejumlah item kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan perencanaan teknis.

“ Sejak awal pembangunan proyek SPAM ini, masyarakat mendengar tetapi tidak mengetahui proyek itu melalui informasi yang menurut aturan harus dibuat dan dipasang pada tempat strategis oleh pelaksana proyek,” sebut Iron, sapaan bagi Hironimus Boleng.

Tak hanya itu saja, menurut Iron, perubahan volme pekerjaan lapangan yang diduga kuat menyebabkan air tidak bisa teralirkan secara normal sesuai dengan perencanaan teknis oleh PT. Cipta Wahana Nusantara, yang diserahterimakan pekerjaan perencanaan tanggal 26 Juni 2017, melalui Berita Acara nomor: DPU. PENRU. 602/42k/RCK/KP/2017 itu.

Dikataknnya, pipa dalam dokumen perencanaan seharusnya dipasang mulai dari mata air Wai Noret menggunakan pipa ukuran, sebagai berikut: pipa GIP 100 mm sepanjang 2,5 Km atau dihitung panjang pipa 6 meter maka kebutuhan pipa GIP 100 sebanyak 416,6 batang; pipa GIP 75 mm sepanjang 2,5 Km atau sebanyak 416,6 batang; pipa pipa GIP 50 mm sepanjang 2 Km, sebanyak 333,3 batang, pipa GIP 40 mm sepanjang 2 Km, atau sebanyak 333,3 batang dan pipa GIP 25 mm sepanjang 3 Km, atau sebanyak 500 batang.

Fakta lapangan ditemukan Hipanara, pemasangan pipa GIP 100 mm hanya dipasang sebanyak 72 batang dan menduga ketidaksesuaian itu juga pada ukuran pipa yang lain.

“ Penggunaan pipa tidak sesuai ukuran dan jumlah itu kami temukan dilapangan. Semua ukuran dan jumlah pipa yang dipasang, disandingkan dengan dokumen perencanaan berbeda. Misalnya data yang kami investigasi dari sumber mata air Wainoret, bahwa pemasangan pipa GIP 100 hanya 72 batang dari seharusnya 416,6 batang pipa atau dikalkulasikan dalam jarak hanya 432 meter dari 2.500 meter,” ujar Iron.

Berikan Komentar Anda.