Home Hukrim Hipanara Kupang, Dukung AMPERA Flotim Ungkap Kasus Dugaan Korupsi

Hipanara Kupang, Dukung AMPERA Flotim Ungkap Kasus Dugaan Korupsi

594
0
SHARE

Kupang, teraantt.com — Mencermati aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur, dan perkembangan pemberitaan media massa tentang proses perencanaan, penggunaan dana APBD Flores Timur untuk kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, serta Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dan melaporkannya kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengusut dugaan korupsi. Hipanara juga sebagai bagian dari AMPERA menyatakan sikap mendukung upaya ini agar Flotim bebas dari KKN.

Demikian pernyataan sikap tertulis yang ditandatangani ketua Hipanara, Wukan Tukan diterima redaksi rerasntt.com, Senin (16/9/2019) yang menyatakan, bahwa kajian hukum dan data-data pendukung yang memiliki kekuatan hukum sebagai bukti memperkuat laporan kepada penegak hukum ini adalah upaya AMPERA Flores Timur mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang taat pada aturan, bebas korupsi, dan atau penciptaan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Himpunan Pelajara Mahasiswa Adonara Tengah (HIPANARA) Kupang dengan tegas menyatakan :

Mendukung penuh langkah AMPERA Flores Timur untuk memperjuangkan hak publik terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bebas dari korupsi.
Hipanara menilai, penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bebas dari korupsi akan melahirkan good governance dan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan termasuk pemerintahan Flores Timur.
Perencanaan kegiatan pemerintah diikuti dengan pembiayaan dari angaran publik harus dirancancang, dibahas, dan diputuskan melalui sistim, mekanisme dan mengikuti / taat terhadap aturan perencanaan kegiatan publik.
Jika dilakukan dengan mengesampingan regulasi maka patut diduga tersembunyi kepentingan untuk melakukan tindakan korupsi terhadap angaran publik dimaksud.

Bahwa perjuangan AMPERA Flores Timur adalah penegasan sikap dan tanggungjawab serta kepedulian terhadap Lewotana Flores Timur. Upaya memperjuangkan kepentingan publik yang bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu (termasuk penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari korupsi melalui perencanaan yang taat aturan) adalah hak semua masyarakat sebagai warga negara Indonesia dalam pembangunan negara dan atau wilayah daerah kabupaten. Karena itu apa yang dilakukan AMPERA Flores Timur adalah manifestasi dukungan publik untuk pembangunan di Flores Timur dan bukan tindakan menghalang-halangi pembangunan di Flores Timur.

Juga, terhadap pernyataan Agus Boli dalam jabatan sebagi Wakil Bupati Flores Timur, tentang azas hukum tertinggi, yakni Salus Populi Supreme Lez. Bahwa pernyataan ini adalah sebagai bentuk pembelaan diri penyelenggara Negara dan melindungi diri.
Logikanya adalah pernyataan ini merupakan bentuk lain dari pengakuan melakukan kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, dan Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dengan tidak mengikuti aturan perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran publik daerah. Tidak bisa menyelengarakan pemerintahan daerah dengan berargumentasi asaz Salus Populi Supreme Lez dan mengesampingkan aturan umum dan teknis dalam perencanaan pembangunan daerah. Setiap upaya pembangunan adalah upaya untuk mensejahterakan masyarakat. Upaya yang demikian dengan tidak sertamerta meniadakan aturan umum dan teknis lain yang dibuat untuk menjamin tertib penyelenggaraan pemerintahan termasuk perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah yang taat pada aturan.

Hipanara, mendukung langkah aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, dan Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur.

” Terkait hal itu, kami mendorong aparat penegakan hukum institusi lain (Kepolisian, KPK) untuk bersama-sama menindaklanjuti dugaan korupsi yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam kasus ini,” tegasnya.(*/m45)

Berikan Komentar Anda.