Home Daerah Ini Aspirasi Penyandang Disabilitas Dalam Reses DPRD Kota Kupang

Ini Aspirasi Penyandang Disabilitas Dalam Reses DPRD Kota Kupang

123
0
SHARE

Kupang,Terasntt.com,- Dalam reses DPRD Kota Kupang asal Partai Golkar, Viktor Alengki Haning bersama beberapa komunitas penyandang disabilitas, banyak pengeluhan yang disampaikan.

Komunitas ini terdiri Persani, Pertuni, Komunitas Bisu Tuli, dan beberapa LSM seperti ADF, relawan peyabdang disabilitas.

Reses yang dihadiri sekitar ratusan orang tersebut belum lama di Kecamatan Kota Raja, salah satu penyandang disalibitas bisu tuli , Mario Lado melalui pernerjamahnya nona Ana meminta ada penempatan penerjemah dibeberapa fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas, rumah sakitn dan tempat ubadah.

” Dalam kunjungan mereka ke tempat tersebut  mengalami kesulitan saat ,” ujar penerjamahnya Nona Ana

Sementara itu Spri dari komunitaa Petuni meminta agar ada rambu di trotoar, karena sekarang ini banyak trotoar yang dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan, sehingga mereka yang melintas mengalami kesulitan.

Sedangkan Ketua Parsani Seravina Bete meminta meminta agar dalam pembuatan Ranperda Disabilitas agar melibatkan mereka, sebab secara umum mereka adalah pengguna dan pelaksana,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pendataan indentitas diri mereka juga meminta agar pemerintah melalui DispendukCapil dapat mendata mereka, karena masih diantara mereka belum terdata secara baik.

Berkaitan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang yang saat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar, Viktor Alengki Haning, mengatakan berkaitan denagan aspirasi ini, dirinya akan  mendorong pemerintah guna dapat memperhatikan akan  apa yang disampaikan oleh para penyandang disabilitas.

“Karena kita punya hak yang setara, sehingga ini perlu menjadi perhatian pemerintah.Karena bicara soal pelayanan publik yang ramah disabilitas perlu juga di ikuti dengan pelayanan publik lain yang ramah disabilitas,” katanya.

Ditambahkannya, secara pengamatan tentunya banyak aspirasi yang disampaikan warga untuk pembangunan di daerah secara fisik, namun kadang lupa juga memikirkan fasilitas penunjang bagi para penyandang disabilitas.(Yon)

Berikan Komentar Anda.