Home Pendidikan Ini Penjelasan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Soal Kelebihan Rombel di SMP N...

Ini Penjelasan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Soal Kelebihan Rombel di SMP N 2

86
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com,- Terkait dengan kelebihan tiga rombongan belajar (Rombel ) di SMP N 2 Kota Kupang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami mengaku itu sudah ada komunikasi terlebih dibangun.

“Kelebihan 3  rombel itu merupakan hasil konsultasi dengan kami dalam sayà selaku ketua panitia pelaksana PPDB, bahwa ada anak-anak dilingkungan terdekat belum terakomodir  sehingga mereka (sekolah-red) meminta tambahan ruangan,Maka itu bagi kami yang terpenting bisa terdata di Dapodik atau tidak,” katanya saat dikonfirmasi di Dinas Pendidikan, Senin (5/8).

Melalui hasil komunikasi dengan dinas tersebut, lanjut mantan Kadis Satpol PP Kota Kupang tersebut, pihak sekolah melalukan komunikasi ke pusat, dan di puast pun menyetujuinya,bahwa mereka menambahkan satu atau dua ruangan masih memungkinkan untuk Dapodiknya.

“Setelah bagun komunikasi dengan kami dinas, mereka juga membangun komunikasi dengan di Jakarta untuk penembahan ruangan rombel di iakan.Sehingga atas dasar konsultasi tersebut kami menyetujuinya,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambahnya pihak sekolah bekerja tidak sendiri ( tanpa koordinasi, tetapi mereka selalu koordinasi baik itu kepala sekolah datang sendiri atau per telpon dengan dinas.

“Jadi yang sekolah kerja itu bukan tanpa koordinasi, tetapi kerja sesuai arahan kita bahwa kalau ada apa perlu ada koordinasi dengan dinas,” tuturnya.

Sementara soal disinggung soal SMP N 1 Kota Kupang sebagai sekolah rujukkan berstandar nasional yang tidak didukung dengan sarana parasarana yang memadai, ia menjelaskan, bahwa itu benar SMP N 1 Kota Kupanh sebagai sekolah rujukan yang ditunjukkan depertemen pendidikan.

Dan menurutnya, ditunjukannya depertemen pendidikan bukan tanpa ada semacam monitoring atau peninjauan dan penilaian.

“Intinya SMP N 1 Kota Kupang ditunjuk sebagai sekolah rujukan sudah ada melalui  langka-langka.Dan sekarang mereka masih kurang dalam sarana prasrana sangat benar .Misalkan yang paling menyolok yakni kamar kecil, dimana ada perbandingan jumlah siswa dengan jumlah kamar kecil seperti laki-laki 40 per satu kamar kecil dan perempuan 30 per satu kamar kecil,” lanjutnya.Sebenarnya dalam pembagian harua sesuai standar.Namun, dengan kekurangan ini, tentunya bukan merupakan kekurangan dari kemarin, dan sekarang ini di temukan bagi dirinya sangat berterima kasih.

“Memang kekurangan ini bukan baru sekarang, tetapi dari kemarin-kemarin, sehingga kami sangat berterima kasih guna kedepan bisa memenuhi standar tersebut diantaranya sarana prasrana khususnya kamar kecil sesuai dengan jumlah siswa,” katanya.

Memang, tambahnya kekurangan ini bukan hanya pada kamar kecil, tetapi kekurangan sarana prasarana lain yang ada pada sekolah tersebut menjadi perhatian dinas kedepan.

“Soal kekurangan pada sekolah rujukan ini tentunya harus dipenuhi, karena ini menjadi beban tersendiri lebih khusus bagi dinas pendidikn dan pada umumnya pemerintah kota,” tutupnya.(Yon)

Berikan Komentar Anda.