Home Internasional Jadilah Sahabat DI Setiap Musim Kehidupan

Jadilah Sahabat DI Setiap Musim Kehidupan

62
0
SHARE

Oleh: Margarita D. I. Ottu, S.Pd, M.Pd.K

MENJADI sahabat tidak dibatasi ruang dan waktu, tidak tentang siapa yang telah dikenal paling lama tetapi sejatinya menjadi sahabat dan saudara untuk orang lain berarti membangun sebuah ikatan berharga yang kekal.
Arti menjadi sahabat terletak di dalam hati kita, karena menjadi sahabat sejati hanya bisa dirasakan dan tidak diungkapkan karena sesuatu yang begitu murni dan esensial tidak selalu terlihat oleh mata tapi dirasakan oleh hati.

Sudahkah kita menjadi sahabat dan saudara bagi orang lain? Merujuk pada tema Natal “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang (Yohanes 15:14-15)”.

Manusia adalah makluk sosial yang hidup dalam relasi. Artinya, manusia senantiasa memerlukan kehadiran dari manusia lainnya.

Kata “persahabatan” menjadi menarik ketika kita mencoba melihatnya pada konteks dunia saat ini.

Kemajuan teknologi yang pesat, bukan hanya menyebabkan cepatnya arus informasi, tetapi juga munculnya beragam media sosial yang menghubungkan manusia dengan sesamanya.

Manusia yang hidup pada zaman sekarang telah merasakan dampak dari kemajuan teknologi dengan adanya media social.

Media sosial menjadi wadah bagi banyak orang untuk menjalin pertemanan dengan orang lain yang telah ia kenal bahkan dengan orang dari belahan dunia lain.

Hal tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa dunia saat ini disebut adalah dunia yang terhubung dan manusia tidak dapat hidup tanpa terhubung dengan sesamanya.

Persahabatan berasal dari kata sahabat yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai beberapa makna yaitu karib, dekat dan kental.

The Brill Dictionary of Religion memberikan definisi persahabatan (friendship) sebagai “a type of social relationship bearing distinct impresses in the various societies, and not a religious phenomenon”.

Sedangkan menurut Aristoteles (Filsuf Yunani), persahabatan yang sempurna adalah persahabatan yang terarah kepada semua kebaikan, yaitu ketika semua menghendaki perwujudan kebaikan secara nyata dalam relasi dengan sahabatnya, termasuk dalam mengusahakan hal – hal yang berguna dan yang menyenangkan bagi sahabatnya.

Arti sahabat menurut iman Kristen, sahabat adalah seseorang yang mengerti dirimu dan menerimamu apa adanya, sahabat adalah seseorang yang mau berkorban untukmu dan mau memberikan apa yang terbaik yang ada padanya.

Karakteristik persahabatan menurut pendangan Kristen adalah setia, saling membagi, menikmati bersama, memotivasi, membesarkan hati, pengorbanan diri, kasih, dan tantangan rohani.

Persahabatan adalah tindakan menyebrangi diri sendiri kedalam diri sesama lain secara terus menerus. Menyebrangi dan masuk ke dalam diri yang lain bukan tindak meniadakan diri sendiri melainkan pemenuhan dari diri sendiri. Sehingga semakin seseorang menyebrangi diri orang lain maka ia semakin menjadi dirinya. Ia semakin menjadi manusia.
Sebaliknya, semakin ia mengurung diri serta tidak mau berjumpa dan tidak mau menyebrang dengan yang lain maka orang semakin tidak menjadi manusiawi.

Dalam persahabatan, beragam pengalaman gembira, harapan dan kesedihan, dibutuhkan suatu kepekaan dalam persahabatan.
Peran orang Kristen adalah berusaha untuk memulai sebuah relasi atau hubungan yang mengarah pada persahabatan.

Menjadi sahabat berarti menjadi sesama bagi orang lain. Menjadi sesama bagi orang lain berarti menghadirkan suasana home bagi mereka. Kita terpanggil untuk untuk belajar dari praktik persahabatan yang dijiwai dengan semangat keramahtamahan yang bukan sekedar basa basi. Bukan pula sekedar tegur sapa yang ringan.

Berikan Komentar Anda.