Home Daerah Jefri Minta Warga Tak Terprovokasi Bom Surabaya

Jefri Minta Warga Tak Terprovokasi Bom Surabaya

192
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, menghimbau warga Kota Kupang agar tetap tenang dan jangan muda terprovokasi atas kejadian pemboman yang terjadi di Surabaya.

Pernyataan ini disampaikan Jefri pada rapat bersama Pemerintah Kota, DPR, Forkampinda, pimpinan agama dan tokoh pemuda se-Kota Kupang tentang peristiwa pemboman di Surabaya, Senin (14/5/2018), di Balai Kota.

Dalam rapat itu, Wali Kota Kupang menyampaikan turut berduka dan berbelasungkawa atas meninggalnya korban akibat peristiwa kekerasan terhadap kemanusiaan itu.

Untuk itu dirinya meminta seluruh masyarakat Kota Kupang untuk tenang dan menahan diri serta tidak terprovokasi atas peristiwa yang terjadi.

“Saya berharap masyarakat Kota Kupang tetap menjaga perdamaian serta persatuan di daerah ini,” pintanya

Diakuinya, peristiwa pengeboman itu mengundang banyak komentar. Namun, dirinya meminta aga semua warga kota Kupang dapat menahan diri dan menjaga daerah ini dalam kebersamaan, agar Kota Kupang tetap menjadi rukun, aman dan toleran.

”Saya minta masyarakat dapat menjalin kebersamaan dengan TNI, dan Polri untuk memberantas aksi terorisme,” katanya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan kejadian tersebut, negara tidak boleh kalah dan harus melaksanakan kewajibannya untuk melindungi warga, juga harus nenyiapkan instrumen untuk melawan aksi terorisme.

“Saya berharap masyarakat, TNI dan Polri dapat menjalin kebersamaan, menjaga suasana kondusif dengan mengawasi tempat ibadah, mesjid, gereja, Pura, agar umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara, Kapolres Kupang Kota AKBP. Anthon CN mengatakan, Polri bersama pemerintah membutuhkan dukungan dengan bantuan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas aksi terorisme, terutama dalam menghadapi pelaksanaan Pemilukada serentak dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden nantinya.

“Kami tentunya perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bersama Polri dalam mengamankan situasi didaerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, perlu diterbitkan Perpu Anti Terorisme sebagai langkah penegakan hukum. Mengingat, Undang-Undang Anti Terorisme hingga kini masih dibahas di DPR RI.

Dalam rapat disusun pernyataan bersama terkait kerusuhan di Mako Brimob, Jakarta dan bom bunuh diri pada Minggu (13/5/2018), di Surabaya, yang ditandatangani oleh Walikota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Forkopimda, Pimpinan Agama, Forum Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Perempuan. (raf)

Berikan Komentar Anda.