Home Daerah Jemaat Anugrah Mauleum  Gagas Sekolah Injil Liburan

Jemaat Anugrah Mauleum  Gagas Sekolah Injil Liburan

450
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Membentuk iman anak sejak dini tidak hanya lewat sekolah minggu, tapi juga berbagai cara dilakukan gereja termasuk salah satunya menggagas Sekolah Injil Liburan (SIL) yang  baru pertama
digelar Jemaat Anugerah,
Desa Maulem,  Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten  Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan tersebut rencananya berlangsung tiga hari terhitung sejak 24 -26 Juni 2019 bertempat di Jemaat Eklesia Tenlenu dan dibuka ketua klasis Amanuban Timur. Pdt Saneb Blegur,S.Th yang diikuti tiga mata jemaat dan dua pos pelayanan yang  berjumlah kurang lebih 200 anak.

Ketua Majelis Jemaat Anugrah Pdt Willy Maniley S.Th kepada media mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah selain mengisi liburan juga yang terpenting adalah memanfaatkan libutan dengan  menanamkan Injil kepada anak anak sekolah minggu dengan sasaran usia 10 -15 tahun agar lebih mengenal tentang kristus dan berkomitmen di tengah  berbagai godaan.

Meski baru pertama kali dilaksanakan namun diharapkan kegiatan ini dilakukan setiap hari hari  libur.

Sementara itu Nelson Liem menjelaskan, bahwa Sekolah Injil Liburan adalah gagasan  bersama antara pelayan, pengajar, penatua, guru PTA, diaken, pemuda dengan tujuan menanamkan Injil yang benar kepada anak – anak sehingga apapun tantangan yang dihadapi ia tidak mundur artinya  kehidupan di dunia pasti menderita entah siapapun dia namun tetap berpegang pada injil.

Lebih lanjut ujar Vikaris pada gereja Eklesia Tenlenu ini, dalam Sekolah Injil Liburan ini tidak hanya belajar injil tapi juga belajar tentang alam dan bagaimana mencintai dan melestarikan alam yang mana usai kegiatan tersebut  akan ditandai dengan penanaman pohon umur panjang karna anak anak adalah generasi penerus yang akan mengangkat harkat dan martabat sehingga perlu sejak dini diajarkan cinta Tuhan dan cinta alam.

” Budaya kita adalah budaya alam yang perlu dilestarikan karna itu adalah perintah injil dan lewat Injil pula dapat merubah anak anak,” ujarnya.

Masih menurut Nelson, hal yang tak kalah penting adalah  memberi pemahaman kepada anak bagaimana  menjaga toleransi antar umat beragama mengikat di Desa Maulem hidup berdampingan tiga agama yakni kristen, islam dan katolik.

” Segala sesuatu berasal dari injil karena itu perlu memahami injil dan  mengamalkan untuk menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya.

Tak lupa juga pihaknya mengucapkan terima kasih kepada komunitas Misi Kasih kota soe yang telah  mendukung berbagai kegiatan baik fisik maupun  pemberdayaan yang terus berjalan.(erik)

Berikan Komentar Anda.