Jimy Sianto : Mendikbud Tak Mengerti Pendidikan dan Bicaranya Ngawur

Jimy Sianto : Mendikbud Tak Mengerti Pendidikan dan Bicaranya Ngawur

885
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Pernyataan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikbud) Muhadjir Effendi, bahwa NTT sebagai borok Pendidikan Indonesia, mendapat tanggapan keras dari Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimi Sianto. Pernyataan Muhahadjir Effendy terkesan ngawur dan tak mengerti tentang motode Survei.

” Bagaimana nasib pendidikan di Republik ini kalau kita harapkan dari seorang Mentri seperti itu? Seorang Mentri yang bicaranya hanya berandai-andai tanpa data? Saya sangat menyayangkan seorang Mentri berbicara ngawur seperti itu,” tegas Jimy saat dihubungi, Rabu, (6/12/2017).

Jimy bahkan meragukan gelar Profesor yang dimiliki Muhadjir Effendy.

Menurutnya, kalau Effendi begelar profesor, tentu memahami banyak hal tentang Pedidikan, termasuk metode Survei yang digunakan.

” Karena begini, ngomong survei, beliau paham tidak dengan survei? kalau ngomong survei itu, kita tidak bisa katakan bahwa survei dari 34 propinsi itu, hanya satu saja. Tentu diambil sampel dari semua daerah, kalau memang kita katakan benar bahwa pendidikan di NTT, SDM di NTT itu terpuruk dari 33 Propinsi, apakah itu mempengaruhi secara signifikan keseluruhan Pendidikan di Republik ini? kan tidak, bahwa pengaruh itu ada, tapi kecil. Tidak akan membuat hasil survei itu mengatakan bahwa mutu pendidikan di Republik ini rendah kan begitu,” katanya.

Jimy mencontohkan lagi, kalau pun dari Survei, misalkan, dari ke 34 Propinsi yang ada di Indonesia, 33 Propinsi lainnnya mendapatkan predikat baik, sedangkan NTT sendiri yang mendapatkan predikat tidak baik, maka hasil tersebut tidak serta merta memvonis bahwa mutu pendidikan di Indonesia buruk. Meskipun berperngruh tapi tidak signikan.

“Atau misalkan begini, kalau dari 34 siswa, yang 33 itu nilainya baik semua, yang satunya yang nilainya tidak baik, anggap saja nilai merah, ini tidak serta mempengaruhi yang lainnnya itu secara rata- rata menjadi merah semua,” katanya.

Menurut Jimy, sikap yang ditunjukan Effendi ini menunjukan bahwa ada ketakutan dalam dirinya ketika hasil Survei menunjukan bahwa mutu pendidikan Indonesia Buruk. Effendi mau lari dari tanggung jawab sebagai Mentri Pendidikan.

“Sikapnya dia adalah, dia ingin mengelak, dia ketakutakan sendiri ketika hasil survei mengatakan bahwa mutu pendidikan di indonesia ini lemah. Dia takut, karena ini tanggung jawabny dia, sehingga dia mau lari dari tanghung jawab, kemudian dia mengatakan seperti itu,” ujar Jimy.

Ia menegaskan, Pemerintah Pusat turut mempunyai andil, kalau mutu Pendidikan di NTT dibilang buruk. Sebab, Keadilan sosial yang selama ini terus didengungkan, tidak di rasakan rakyat NTT.

“Ya, kita masih terus berjuang untuk meningkatkan pendidikan di NTT tercinta ini. Tapi kemudian dibilang buruk, saya mau katakan bahwa itu juga adalah andil dari Pemerintah pusat. Sebab, selama lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka, yang namanya kita sebut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu tidak dirasakan rakyat NTT,” sebutnya.

Minta Presiden Mencopotnya Kemudian Meminta Maaf

Jimy Sianto melanjutkan, Pernyataan Effendi tersebut telah melecehkan masyarakat NTT dan berpotensi menciptakan kekisruhan pendidikan di NTT. Untuk itu, pihaknya mendesak agar Presiden segera mencopotnya dari Posisi Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun sebelum dicopot, Jimy meminta, agar Effendi secara sukarela mengundurkan diri, sebab, pernyataannya tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang Profesor dan Mentri Pendidikan dan Kebudaaan.

“Kalau saya jadi Profesor, saya akan mengundurkan diri, saya malu, karena berbicara tanpa rujukan,” ujarnya.

Jimi meminta, Sebaiknya Efendi segera menarik pernyataannya dan segera meminta maaf kepada masyarakat NTT. (raf)

Berikan Komentar Anda.