Home Ekbis Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah kepada Mayarakat NTT

Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah kepada Mayarakat NTT

216
0
SHARE

Kupang,  Terasntt. com — Dalam kunjungan kerjanya di NTT awal tahun 2018 Presiden RI ke 7 Joko Widodo menyerahkan 6.000 sertifikat tanah bagi masyarakat  TTU,  TTS,  Kupang dan Rote Ndao.  Penyerahan secara simbolis ini berlangsung di Millenium Ballroom,  Senin (8/1/2018).

Pada kesempatan itu Jokowi juga mengingatkan BPN agar memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat, termasuk pelayanan hak sertifikat tanah.

” Sertifikat tanah adalah tanda bukti hak hukum resmi atas tanah yang telah dimiliki,” katanya.

Ia juga menegaskan,  bahwa sertifikat ini penting, karena tidak hanya di NTT namun di seluruh daerah di Indonesia selalu ada sengketa tanah. Baik antara masyarakat dan lembaga, dengan pemerintah, perusahaan, maupun lainnya.

Karena itu presiden menginstruksikan pengadaan 6000 sertifikat bagi yang telah mengurus dan memenuhi persyaratan kepemilikan tanah, terkhusus bagi masyarakat di beberapa Kabupaten di Timor dan Pulau Rote.

Hadir dalam rangkaian kegiatan penyerahan sertifikat, kepala BPN/Menteri ATR, Sofyan Djalil yang menjelaskan dari 2500 sertifikat yang disiapkan sudah diserahterimakan langsung sebanyak 2034 sertifikat. Dan sisanya akan diberikan setelah kegiatan.

Ia menghimbau agar warga dapat menyimpan dengan baik, dan apabila dibutuhkan dapat dipergunakan, misalnya sebagai agunan pinjaman modal di bank. Sebagai tambah modal usaha maupun kebutuhan kesejahteraan hidup lainnya.

Selain itu, dari total 6000 sertifikat yang disiapkan akan diberikan esok hari di dermaga Ba’a, Rote dalam temu dialog Presiden bersama masyarakat Rote. Diperkirakan akan hadir 10 ribu manusia yang antusias menanti kehadiran presiden pertama yang menginjakkan kaki di pulau Rote.

Usai menyerahkan sertifikat tanah orang nomor 1 di negeri ini didampingi ibu negara Iriani terbang menuju pulau Rote dan beemalam disana sebelum menemui masyarakat dan membuka Rakornas BARA-JP, Selasa 9 Januari 2018.(erm)

Berikan Komentar Anda.