Home Daerah Kadis Eirene : Penyakit Diare dan Koreng Di Batuputih Ditangani

Kadis Eirene : Penyakit Diare dan Koreng Di Batuputih Ditangani

273
0
SHARE

Kadis Kesehatan TTS,  Eirene Ate/ foto Erik

Soe, terasntt.com — Memasuki musim pancaroba biasanya ada berbagai dampak ikutan seperti kekeringan, berbagai penyakit dan bencana lainnya. Krisis air bersih yang terjadi di sejumlah kecematan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah berdampak pada kesehatan warga di Batuputih yang terserang diare dan penyakit kulit alias koreng.

Demikian Kepala Dinas Kesehatan TTS Eirene Ate saat diwawancarai di Soe, Kamis (3/10/2019).

Menurutnya sejumlah pasien mengalami koreng di Batuputih akibat mandi air kali yang kotor, namun petugas kesehatan sudah menanganinya lewat pengobatan infeksi antibiotik.

Lanjut Eirene, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di sekolah sekaloh dan sudah menghimbau para Nakes untuk cepat tanggap jika ada kejadian seperti itu.

Kejadian di Batuputih sudah diatasi dan situasi umumnya masih aman dan terkendali tidak ada kejadian luar biasa.

” Dikatakan KLB kecuali ada kematian, tapi kita sudah tangani,” ujar Eirene.

Ia pun memberi apresiasi kepada Bupati Epy Tahun yang cepat respon terhadap segala laporan yang diterima terkait persoalan sosial kemasyarakatan dan selanjutnya melakukan koordinasi untuk penanganan.

Seperti krisis air bersih yang terjadi di sejumlah kecematan di kabupaten TTS telah berdampak pada kesehatan warga di sejumlah titik.

Sementara Bupati TTS, Eppy Tahun saat membuka kegiatan Louncing Bantuan Non Tunai (BPNT) kabupaten TTS tahun 2019 di kelurahan Nunumeu kecamatan Kota SoE, Rabu (2/10/2019) menyampaikan di kecamatan Batu putih ada sekitar lima orang anak yang alami muntah-muntah dan diare pekan lalu dan sesuai hasil identifikasi dalam penanganan yang dilakukan diare tersebut diduga karena konsumsi air yang kurang bersih. Air diduga diambil dari kali Noelmina.

Dalam pekan yang sama kata bupati Eppy Tahun, ia juga menerima laporan dari Koramil Ayotupas kecamatan Amanatun Utara kalau ada kurang dari 10 orang anak di wilayah kecamatan Santian yang alami penyakit kulit berupa luka atau atau yang disebut koreng.

Dari penanganan yang dilakukan teridentifikasi kalau luka koreng yang dialami sejumlah anak tersebut karena kulit kurang bersih akibat jarang mandi karena kekurangan air.

Kepala Dinas Kesehatan TTS Eirene Ate saat diwawancarai kamis 3/20/2019 mengatakan jumlah pasien mengalami koreng di Batuputih akibat jarang mandi dikarenakan mandi air kali yang kotor namun petugas kesehatan sudah tangani lewat pengobatan infeksi antibiotik.

Lanjut Eirene, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di sekolah sekaloh dan sudah menghimbau para Nakes untuk cepat tanggap jika ada kejadian seperti itu.

Kejadian di Batuputih sudah diatasi,dan situasi umumnya masih aman dan terkendali tidak ada kejadian luar biasa.
“Dikatakan KLB kecuali ada kematian,tapi kita sudah tangani,ujar kadis Eirene.

Ia pun memberi apresiasi kepada Bupati Epy Tahun yang cepat merespon terhadap segala laporan yang diterima terkait persoalan sosial kemasyarakatan dan langsung melakukan koordinasi untuk penanganan.(sys)

Berikan Komentar Anda.