Home Pendidikan Kadis Pendidikan – Pemilik Lahan Bahas Penyegelan SDN Lewopao

Kadis Pendidikan – Pemilik Lahan Bahas Penyegelan SDN Lewopao

366
0
SHARE

Adonara, Terasntt. com – Polemik penyegelan gedung sekolah SDN Lewopao bebebapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Kepala Dinas PPO Kabupaten Flores Timur, Bernad Beda Keda melakukan pertemuan dengan pemilik lahan, Petrus Ola Mangu, bersama guru – guru di pondok milik Petrus si samping sekolah setempat,  Rabu (17/1/2018).

Sebelumnya​ Petrus berencana menutup gedung sekolah secara total pada 18 Januari 2018.

Dalam pertemuan tersebut, Petrus mengatakan, dirinya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan ganti rugi sebelum tanggal 30 Januari 2018.

“Saya akan menutup sekolah secara keseluruhan jika pada tanggal 30 Januari nanti masalah ini tidak diselesaikan,” ujar Petrus.

Menyikapi hal tersebut Bernad Beda Keda mengatakan, pertemuan antara dirinya dengan pemilik lahan sekolah lebih bernuansa kekeluargaan.

“Kehadiran saya dan rekan-rekan guru saat ini bermaksud melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Saya sesungguhnya masih kekurangan informasi terkait cikal bakal ditutupnya satu lokal dua ruang Kelas SDN Lewopao,” kata Bernad.

Meski demikian Bernad mengaku siap untuk menyampaikan hasil pertemuan ini kepada bupati untuk ditindaklanjuti.

Ia menambahkan, pada (7/1/2018) lalu dirinya datang ke lokasi sekolah dan memeriksa dua ruang kelas yang disegel sembari menggali data dari pihak sekolah, ketua komite sekolah, dan Kepala Desa Lewopao.

“Tapi waktu itu karena satu dan lain hal saya tidak sempat bertemu dengan pemilik lahan sekolah,” kata Bernad.

Kordinator Forum Peduli Adonara Tengah (F-PAT) Alexander Lemak Sira yang turut hadir pada kesempatan itu berharap pertemuan tersebut dapat memberikan titik terang bagi penyelesaian persoalan lahan Sekolah SDN Lewopao.

“Pemda harus segera tanggap dan menemukan jalan keluar, juga sebisa mungkin mencegah terjadinya penyegelan susulan,” kata Alex.

“Kasihan anak-anak yang sekolah di SDN Lewopao kalau proses kegiatan belajar mengajar mereka terganggu,” lanjutnya.

Alex menambahkan, F-PAT berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Pertemuan tersebut dimoderatori pengawas sekolah, Paulus Mukin

Sebelumnya pemilik lahan telah menyegel sekolah tersebut pada (4/11/2017) lalu karena Pemkab Flotim tak kunjung membayar uang pembebasan lahan senilai Rp 40 juta.

Akibat penyegelan tersebut murid kelas kelas 1 dan 2 SD mengikuti ujian semester di teras ruang kelas lama. (als)

Berikan Komentar Anda.