Home Daerah Kadis Sosial NTT : Jangan Liat Nilai Bantuan yang Diberikan

Kadis Sosial NTT : Jangan Liat Nilai Bantuan yang Diberikan

60
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com- Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, dr. Mesarasi Autapah meminta kepada mantan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang ( WNI M KPO), pagar jangan melihat jumlah besar kecil uangnya bantuan stimulan yang diberikan,  namun perlu dilihat manfaat dari ilmu yang didapat dalam pelatihan ketrampilan yang di kelolah melalui usaha untuk keberlanjutan hidup.

“Saya berharap dana yang ada dikelolah secara baik dalam.melakukan usaha kecil-kecil guna tidak lagi harus kembali memjadi korban perdagangan orang,” kata dr. Mesarasi Autapah saat memberikan sepata dua kata dalam kegiatan Bimbingan Sosial Bagi mantan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang ( WNI M KPO) yang berlangsung di Kecamantan Tarus, Kabupatem Kupang, Rabu (13/11).

Kegiatan yang berlangsung di gereje  Bethesda Tarus tersebut, dan dihadiri kurang lebih 250 mantan TKI yang perna bermigrasi ke Malaysia terebut, Autapah mengatakan, jangan dana yang didapat dipakai untuk habis dibuat pesta dan kemudian tidak ada lagi uang baru gigi jari. Tetapi gunakan uang ini sebagai modal usaha kecil-kecilan.

Menurutnya, saat susah tidak ada orang yang membantu, tapi bersyukur Kemensos melalui Direktorat Rehabilitas Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (RSTS & KPO ) mau membantu dana stimulan walaupun sedikit untuk basudara yang kini perna menjadi mantan TKI di Malaysia dan kini sudah dipulangkan ke daerah asal.

“Tercatat tahun 2014-2019 hampir seribu oramg alami kekerasan dan sekian ratus meninggal , dan bahkan tiap bulan kita terima dua mayat TKI yang pergi bekerja ke luar negeri.Untuk melalui bantuan yang telah diberikan walaupun kecil kita harus usaha,” pintanya.

Dia menambahkan, bicara soal perdagangan tentunya dengan keterbatas yang dimiliki tidak terlepas dari adanya upaya tindak kekerasan yang berdampak negetif dan luas yang dimana kekerasan itu tidak hanya secara fisik tapi juga psikis.

” Memang banyak bapak-bapak yang kerja diluar negeri kadang rasa enak sebab ada uang, namun secara psikis, kejiwaan pekerjaan yang dilakukan 24 jam tiap hari dan tinggal dirung yang kecil sehingga secara perasaan dan jiwa terasa tertekan, yang membuat tidak bisa berpikir dengan baik, ” lanjutnya.Memang uang didapat banyak tapi berada dalam perasaan dan jiwa yang tertekan, serta ditambah jauh dari basodara, keluarga tentunya sulit.

Oleh karena itu dengan ada perhatian atau respon dari Kemensos untuk mengurangi trauma fisik maupun psikis dari mantan WNI M KPO kiranya dapat terobati.(Yon)

Berikan Komentar Anda.