Home Humaniora KAK Bangun Gereja di Kampung Toleransi Naibonat

KAK Bangun Gereja di Kampung Toleransi Naibonat

162
0
SHARE

Kupang, terasntt.com –- Keuskupan Agung Kupang (KAK) secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangun gereja katolik di kawasan Kampung Toleransi yang berlokasi di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (8/9/2019).

Pantauan wartawan, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik di kawasan itu dihadiri Vikaris Jenderal KAK, Rm. Gerardus Duka, Pr, Penggagas Kampung Toleransi Naibonat, Anselmus Djogo, Wakil Bupati Kupang, Jery Manafe, Kasiter Korem Kupang 161 Wirasakti, Kol.A. Jemali, dua anggota DPRD Kabupaten Kupang, Daud Ullu serta Tomy da Costa.
Hadir juga pada kesempatan itu, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Kupang, Kementerian Agama NTT dan Kabupaten Kupang, perwakilan tokoh Agama Islam, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu.

Vikaris Jenderal KAK, Rm. Gerardus Duka, Pr pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Penggagas Kampung Toleransi Naibonat, Anselmus Djogo bersama warga dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menghibahkan lahan seluas satu hektaare untuk pembangunan gereja katolik di kawasan itu.

“ Kami berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk membangun rumah ibadat di kawasan ini berdampingan dengan rumah ibadat dari lima agama lainnya,” kata Duka.

Ia optimis, kedepan kawasan itu akan menjadi contoh bagi daerah lainnya di tanah air maupun dunia.
“Ini merupakan bukti bahwa kita di NTT sangat menghargai toleransi antar umat beragama,”katanya.

Sementara Wakil Bupati Kupang, Jery Manafe mengaku bangga dengan partisipasi warga dalam memperkuat kehidupan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kupang.

“Pemerintah mengapresiasi dan berterima kasih dengan partisipasi warga dan TNI yang menyiapkan lahan untuk membangun rumah ibadat. Ini merupakan bentuk dukungan yang serius bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” kata Jery.

Ia juga mengaku bangga pembangunan enam rumah ibadat di kawasan itu dapat terwujud. Hal itu tambah Jerry, tidak terlepas dari perjuangan Penggagas Kampung Toleransi Naibonat, Anselmus Djogo yang mengutamakan pembebasan lahan itu.

Sedangkan Penggagas Kampung Toleransi Naibonat, Anselmus Djogo dalam sambutannya mengatakan, pasca penyerahan sertifikat lahan kepada enam agama, Gereja Katolik merupakan tempat ibadah pertama yang dibangun di kawasan itu.

Ia berharap kelima agama lainnya segera menyusul untuk memulai pembangunan.
“Pembangunan Kampung Toleransi disini bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan dan kerukunan antara umat beragama.

Toleransi dan kerukunan merupakan benteng yang kuat bagi keutuhan NKRI. Saya berharap, pembangunan rumah ibadat lima agama lainnya dapat segera terlaksana,” harapnya.

Untuk percepatan pembangunan, ia menghimbau semua pihak supaya ikut berpartisipasi.

“ Saya sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari semua pihak supaya pembangunan rumah ibadat dilaksanakan secepatnya. Kita juga sangat mengharapkan dukungan nyata dari pemerintah untuk mendukung pembangunan rumah ibadah di kawasan ini. Kawasan ini bukan hanya menjadi symbol fisik tetapi symbol kekuatan bangsa,” katanya.

Kedepan tambahnya, selain menjadi symbol kekuatan toleransi di NTT juga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi.

“ Dengan pembangunan ini selain berdampak pada menguatnya persaudaraan serta kerukunan antar umat beragama juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata religi. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi warga yang ada di sekitar. Sehingga sangat diharapkan perhatian pemerintah untuk membantu percepatan pembangunan rumah ibadah di kawasan ini,” harapnya.(V5)

Berikan Komentar Anda.