Home Humaniora Kamis Putih : Cinta dan Benci

Kamis Putih : Cinta dan Benci

454
0
SHARE

Oleh Abel Simbolon

Siapa yang tidak kenal dengan Leonardo da Vinci. Pelukis yang termasyur karena lukisan The Last Supper, Monalisa dan banyak lagi. Lukisan-lukisannya memiliki banyak misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkan. Bahkan mengenai lukisan the Last Supper, Dan Brown mengeluarkan bukunya yang berjudul The Da Vinci Code. Buku ini berisikan interpretasinya atas lukisan-lukisan Leonardo dalam bentuk novel. Meskipun berujung pada kontroversial namun sebagai sastra, buku ini cukup bagus. Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan semua hasil observasinya yang objektif bukan subjektif semata dan dibayangi pengaruh tertentu.

Mungkin sebagian dari kita belum tahu apa itu Kamis Putih. Kamis Putih adalah salah satu dari tiga/tri hari suci Umat Katolik sebelum memasuki masa Paskah. Kamis Putih, Jumat Agung dan Malam Paskah-Minggu Paskah. Kamis Putih dalam bahasa Inggris tua disebut Mandatum Thursday dan dalam bahasa Latin disebut Mandatum Novum yang berarti perintah baru. (saya tidak perlu mengungkapkan sejarahnya panjang lebar) Jadi, sebelum memasuki kisah Wafatnya Isa Almasih atau Yesus Kristus yang terjadi pada hari Jumat, Yesus beserta para Rasul-Nya mengadakan Perjamuan Malam Terakhir. Pada saat itulah Yesus Kristus menunjukkan teladan. Yesus memberikan diri-Nya, mengajarkan cinta kasih (perintah yang baru yakni saling mengasihi) dan melakukan pembasuhan kaki atas para Rasul-Nya. Pembasuhan kaki ini menjadi simbol dari penyerahan diri (Penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk membersihkan orang lain), pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah.Dan pada saat itulah iblis berkuasa atas Yudas dan hendak menjual Yesus dengan sekumpulan uang.

Uang, nafsu, kedudukan, korupsi dan banyak lagi macam-macam kejahatan, menjadi ambisi yang membuat orang tidak lagi peduli dengan sesamanya. Di kala Yesus mengajarkan mengenai cinta kasih, banyak orang justru menganggap dia sebagai pengacau atau penghojat Allah. Di saat Yesus mengajarkan mengenai kerendahan hati, banyak orang lebih suka keangkuhan dan kesombongan. Padahal apa yang membuat manusia sombong. Hartanya? Tidak, karena ketika dia mati, dia tidak akan membawa apa pun. Kecantikan/ketampanannya? Tidak karena manusia toh akan menjadi tengkorak. Ini bukan pembelaan kaum pesimistis tapi inilah logika hidup manusia. Manusia dari abu dan akan kembali menjadi abu.

Pada hari Kamis Putih ini, secara khusus umat Katolik akan diingatkan kembali mengenai teladan Yesus yang memberikan diri. Jika mereka tidak melaksanakan hukum cinta kasih (kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri) maka mereka bukan murid Kristus yang sejati. Mereka adalah murid yang palsu.

Dalam Kamis Putih juga terlihat cinta dan benci. Cinta yang diberikan Yesus Kristus dan benci yang datang dari pihak yang tidak suka dengan ajaran atau teladan Yesus Kristus. Selamat menyambut Kamis Putih buat yang merayakan. (Kompasiana)

Berikan Komentar Anda.