Home Pariwisata Kampung Adat Prailiu Dijadikan Lokasi Prewedding tradisional Menarik

Kampung Adat Prailiu Dijadikan Lokasi Prewedding tradisional Menarik

215
0
SHARE

Sumba, Terasntt.com,- Galeri kampung adat Praingu Prailiu yang ada di Kabupaten Sumba Timur, jadi daya tarik sendiri bagi para pasangan kuam muda-mudi  yang ingin melangka ke tempat pelamin sebagai lokasi prewedding tradisonal yang menarik.

Galeri kampung adat Praingu Prailiu yang merupakan salah satu kampung binaan Bank Indonesia (BI) perwakilan NTT sejak tahun 2015.Pendampingan yang dilakukan  BI ini melalui program  pemberdayaan ekonomian kelompok masyarakat pengrajin tenun ikat dan pembuatan pernik-pernik berbahan kain tenun ikat bermotif daerah tersebut, seperti gelang, kalung, tas, dan bandana,serta gatungan kunci.

Ketua Kelompok Galeri Kapung adat Praingu Prailiu, Tamu Rabu Eri mengatakan, dengan adanya pendampingan dari BI dalam mendorong perekonomian melalui program pemberdayaan ekonomi membawah suatu perubahan besar bagi warga kelompok yang ada di kampung adat ini khususnya keluarga kelompok Galeri Kapung adat Praingu Prailiu kurang lebih berjumlah 50 orang pengrajin baik itu perempuan maupun laki-laki.

Menurut Rabu Eri, perubahan tersebut yakni memiliki daya tarik  bagi para pengunjungan ke tempat ini untuk membeli oleh-oleh khas kerjinan kain tenun motif Sumba Timur.

“Perbandingan pendapatan ekonomi oleh para pengrajin tenun ikat yang yang didampingi BI puji syukur cukup jauh berbeda  sebelum adanya galeri ini, dan setelah ada galeri ini.Karena  cukup banyak menarik para pengunjung untuk datang menyewa dan membeli tenunan dengan berbagai motif digaleri ini,” kata Rambu Eri kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke tempat tersebut bersama BI dan OJK

Umbu Eri mengaku, pengunjung yang datang ke galeri ini ada dalam bentuk grup, kelompok  maupun perorangan.Dan bahkan juga, lanjut Umbu Eri cukup banyak juga kunjungan  dari para pasangan yang ingin menikah yang datang dan menyewa kain tenun untuk dipakai sebagai lokasi potret prewedding bagi mereka pada setiap spot-spot yang ada di lokasi pusat galeri kampung adat Praingu Prailiu.

“Setelah diresmikan  2018, pada musim penghujan pada bulan April banyak sekali pasangan yang praweding disini,” tambah Eri, Serta pada  bulan Oktober sampai Desember  cukup banyak pengunjung baik wisata lokal  dan artis maupun wisatawan asing yakni  dari Jepang maupun Malaisya yang datang membeli dan juga menyewa kain di galeri ini untuk dibawah ke lokasi wisata Wairinding dan lokasi wisata Tanau ,” tutur Rambu Eri.

Di gelari ini, kata Umbu Eri bagi pengunjung tentunya lebih muda membeli kain tenun, karena para pengunjung bisa diberitahu olehnya mana tenunan yang menggunakan pewarna alami dan mana tenunan yang menggunakan pewarna tidak alami.Untuk tenunan gunakan pewarna  alami harganya memcapai Rp.2.000.00, dan tenunan yang gunakan pewarana tidak alami.kisaram Rp.1.500.000.

Semetara itu dari perbankan BI perwakilan NTT, Andre mengatakan peningkatan ekonomi  warga pengrajin tenun ikat ini, dalam bentuk berkontribusi nyata dalam membangun NTT khususnya Kabupaten Sumba Timur oleh BI dinamakan program sosial.

Program sosial ini, menurut Andre lebih pada penguatan ekonomi rumah tangga, karena dengan pertumbuhan ekonomi rumah tangga bertumbuh secara baik, maka otomatis  pertumbuhan ekonomi secara nasional juga ikut pertumbuh secara baik.

“Secara unggul komporatif kami salah satunya yakni tenun ikat, sehingga kami memandang dan memilih  Kapung adat Praingu Prailiu melalui berbagai hal  pertimbangan terutama leyaknya sangat strategis dekat dwngan lokasi bandara,” lanjut Andre, Dan juga secara histori lokasi ini salah satu pusat pemerintahan  dulu yakni kerajaan Lewa Kambera.

” Konsep dari bangunan yang dijadikan pusat galeri ini awal rumah adat, namun kami coba memodikasinya dengan meninggikan sedikit bangunannya guna tenunan motif yang dipajangkan bisa terlihat,” ujar Andre.

Andre menegaskan, Intinya kota raja ini dijadikan suatu ikon tenun ikat, dan juga para ibu-ibu penenun juga mempunyai pusat pemasaran yang representatif, yang dimana dampaknya sudah dirasakan oleh kelompok melalui kunjungan para tamu ke lokasi ini.(Yon)

 

Berikan Komentar Anda.