Home Daerah Dugaan Suap Jaksa, Sertu Kornelis Kembalikan Uang Terdakwa

Dugaan Suap Jaksa, Sertu Kornelis Kembalikan Uang Terdakwa

335
0
SHARE

Kefamenanu, Terasntt.com — uang dugaan suap anggota intel Kodim 1618/TTU, Sertu Kornelis Yohanes Tade terhadap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kefamenanu Kunrat Matolas, SH akhirnya dikembalikan. Bertempat di ruang kerja Dandim 1618/TTU, Letkol (Arm) Budi Wahyono, pada Jumat malam (08/06) orang tua terdakwa Jhon Mone Kore menerima uang dugaan suap yang diserahkan sendiri oleh Kornelis Yohanes Tade alias Konis disaksikan Dandim Budi Wahyono, Pasi Intel Kapt Ribut Dima, anggota intel dan Pihak Sub Denpom Atambua, Pelda Made.

Uang dugaan suap itu sendiri awalnya diterima Konis dari terdakwa Prantiana Kore, sebesar 25 juta rupiah dengan tujuan untuk menyuap jaksa Kunrat Mantolas yang menangani kasus koruspi Dana Desa Noenasi.

Sesuai hasil konfirmasi Dandim Wahyono, Konis mengaku uang diserahkan kepadanya lantaran terdakwa meminta bantuannya untuk mendekati jaksa untuk membantu terdakwa dari jeratan hukum dalam kaitan dengan dugaan kasus korupsi proyek dana desa.

Berbeda dengan keterangan terdakwa kepada media ini sebelum dirinya ditahan. Terdakwa menyampaikan jika Konislah yang meyakinkan dirinya bisa membantu terdakwa asalkan terdakwa bisa menyiapkan uang untuk diberikan kepada Jaksa yang dimaksud

Orang tua Prantiana Kore yang ditemui media ini di kediamannya, pada Selasa (12/06) mengaku uang yang diambil Konis dari anaknya (terdakwa) Prantiana Kore telah dikembalikan namun tidak sesuai nominal yang diserahkan anaknya.

“Uang dugaan suap itu sudah kami terima kembali dari Konis. Memang tidak sesuai dengan nominal yang diambil dari anak kami. Dia ambil uang dari anak kami sebesar 25 juta rupiah dengan tujuan mau membantu anak kami dalam urusan kasus itu.”ujarnya.

“Kami juga tidak tahu menahu soal itu sebelumnya, tapi karena saya dipanggil anggota dan dijelaskan katanya mau pengembalian uang sehingga saya ke kantor malam itu. Ya, saya terima kembali uang sebesar 20 juta rupiah saja… tidak apa – apa, biar tidak pas 25 juta rupiah asal sudah dikembalikan kami berterimakasih karena uang itu bisa dipakai anak saya untuk membayar pengacara dalam urusan kasusnya”, jelas Jhon Mone Kore. Hal senadapun diungkapkan istrinya saat ditemui pada Senin (11/06).

Dijelaskan lanjut orang tua terdakwa bahwa setelah pengembalian uang tersebut, ia hanya menandatangi surat bukti pengembalian tanpa mengantongi surat itu.

“Abis kasih pulang uang ya kami sama – sama menandatangi surat itu dan Saya pulang tanpa membawa bukti surat itu. Mereka sendiri yang pegang katanya sebagai arsip. Saya juga sudah ikhlaskan yang sisa 5 jutanya, biar sudah tidak – apa”, tandas Jhon Mone Kore.

Atas tindakan Konis yang melanggar aturan keprajuritan, Dandim Budi Wahyono mengatakan tetap secara internal akan diproses secara hukum.

“Secara internal yang bersangkutan telah diperiksa dan sanksi hukum berlaku atasnya. Sanksi hukum yang diterima Konis adalah penahanan tunjangan kinerja, pengembalian aset berupa 1 unit kendaraan bermotor”, singkat Dandim Wahyono di ruang kerjanya.

Sesuai pantauan media ini, Kornelis Yohanes Tade sementara menjalani masa hukumannya di dalam sel piket Makodim 1618 / TTU namun karena kondisi kesehatan terganggu sehingga yang bersangkutan menginap di luar sel yakni di ruang piket Makodim 1618/TTU.

Dansubdenpom IX/1-3 Atambua, Lettu Cpm Anggoro yang dikonfirmasi pertelepon selulernya terkait kasus dugaan suap jaksa dan adanya barang bukti uang yang telah dikembalikan tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa panggilan masuk dan pesan singkat yang dikirimpun sama sekali tidak direspon Lettu Cpm Anggoro.(dit)

Berikan Komentar Anda.