Home Hukrim Kasus Korupsi NTT Fair : Keterlibatan Lebu Raya Tidak Mampu Dibuktikan

Kasus Korupsi NTT Fair : Keterlibatan Lebu Raya Tidak Mampu Dibuktikan

42
0
SHARE

Pakar Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr. Karolus Kopong Medan, S.H, M.Hum/ foto istw

Kupang, terasntt.com — Semenjak kasus tindak pidana korupsi NTT Fair diproses dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, baik para terdakwa maupun saksi yang dihadirkan tampaknya tidak mampu menunjukkan adanya keterlibatan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Banyak pertanyaan jebakan yang diajukan oleh Majelis hakim maupun Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengkonfrontir keterangan Lebu Raya dengan keterangan terdakwa maupun para saksi, namun tetap tidak mampu membuktikan aliran dana korupsi ini ke kantong Lebu Raya.

Demikian pandangan pakar hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr. Karolus Kopong Medan, S.H, M.Hum yang ikut menyaksikan beberapa kali persidangan, termasuk persidangan, Kamis (28/11/2019) yang menghadirkan Lebu Raya dan beberapa saksi yang lain.

Sidang siang tadi dipimpin Hakim Ketua Ikrarniekha Elmayawati Fau, S.H dan didampingi Hakim Anggota Ibnu Kholik, S.H, M.H dan Drs. Gustap P. Marpaung, S.H.

Wakil Direktur Bidang Akademik Program Pascasarjana (PPs) Undana itu mengatakan, informasi tentang aliran dana NTT Fair ke mantan orang nomor satu NTT itu hanyalah cerita-cerita yang disampaikan para saksi, tetapi mereka tidak mengetahui secara persis apa isi amplop yang katanya disampaikan oleh terdakwa Yuli Afra kepada Lebu Raya melalui ajudan.

“ Untuk membuktikan adanya aliran dana itu tidak cukup dengan menunjukkan amplopnya, tetapi wujud uang yang ada di amplop itu. Kalau wujud uangnya tidak diketahui, maka pembuktiannya pun menjadi sangat lemah dan bahkan tidak dapat dibuktikan, karena amplop tidak selalu berisi uang”, demikian kata Kopong Medan.

Berikan Komentar Anda.