Home Hukrim Kejari Cabang Waiwerang Dinilai Tidak Serius Tangani Kasus Dana Desa

Kejari Cabang Waiwerang Dinilai Tidak Serius Tangani Kasus Dana Desa

244
0
SHARE

Perwakilan masyarakat Nubalema Dua, Antonius Perada Nama/ foto dok

Kupang, terasntt.com –– Kasus dugaan korupsi dana Desa Nubalema Dua tahun 2017 mangkarak di Kejaksaan Negeri
Larantuka Cabang Waiwerang.
Laporan masyarakat dengan nomor laporan 01/NLD/PMS/II/18 tanggal 20 Februari 2018 hingga kini belum terungkap sehingga dinilai jaksa tidak serius.

” Kami sebagai pelapor tentu mengharapkan agar pihak kejeksaan segera menindaklanjutinya, namun hingga saat ini belum ada perkembangan dan kami menilai Jaksa tidak serius menangani kasus dugaan korupsi ini. Kami sangat mendukung dan memberikan dukungan moril terhadap pihak kejaksaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menegakan hukum. Bukan hanya dukungan moril yang kami berikan tetapi kami juga siap manjadi saksi dan telah memberikan segala bentuk iformasi yang berkaitan dengan laporan kami di atas. Pada saat kami melaporkan ke kejaksaan kami juga melampirkan beberapa data berupa APBDes tahun anggaran 2016 dan RAB tahun anggaran 2017 sebagai bukti awal.
Sebagai pelapor tentu kami berhak tahu tentang perkembangan proses penyelidikan, sehingga kami sering mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Flores Timur Cabang Waiwerang untuk menanyakan.
Namun kami selalu diberikan jawaban yang sama yaitu “sudah ada calon tersangka dan berkas kami sudah ekspos ke Kejaksaan Negeri Larantuka namun masih ada perdebatan antara kami,” ujar pelapor Antonius Perada Ama dalam rilis yang disampaikan ke redaksi terasntt. com di Kupang, Senin (14/10/2019).

” Kami sebagai pelepor sangat memehami bahwa dalam hal penegakan hukum pidana khusus dugaan tindak pidana korupsi, tentu bukan hal yang mudah bagi penegak hukum, namun berdasarkan pemahaman kami sesuai dengan penjelasan kitab hukum acara pidana dalam hal menetapkan seorang menjadi terasangka minimal dua alat bukti, bahwa alat bukti berdasarkan pasal 184 (1) KUHP di sebutkan bahwa ada lima alat bukti yaitu : keterangan saksi, keterangan ahli , surat, petunjuk dan keterangan terdakwa,” lanjut Toni sapaan Antonius Perada Ama.

Menerutnya sebagai pelapor dua alat bukti sudah terpenuhi yakni surat dan keterangan saksi.

” Entah kenapa setiap kali kami mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Larantuka Cabang Waiwerang selalu diberikan jawaban “sudah ada calon tersangka dan berkas kami sudah ekspos ke Kejaksaan Negeri Larantuka namun masih ada perdebatan antara kami”. Dengan jawaban seperti ini kami merasa Kejaksaan Waiwerang tidak serius menangani kasus ini.” Ada apa ” ? dan kami kembali melaporkan kasus yang sama ke Kejaksaan Negeri Larantuka hari ini (kemarin -red), Senin 14 Oktober 2019 guna mendapatkan keadilan.(*/m45)

Berikan Komentar Anda.