Home Nasional Kelabui Petugas Ekspedisi, Ganja 7 Kg Dibungkus Celana Dikirim dari Medan ke...

Kelabui Petugas Ekspedisi, Ganja 7 Kg Dibungkus Celana Dikirim dari Medan ke Malang

108
0
SHARE

Jakarta, terasntt.com — Sindikat peredaran narkotika berusaha mengelabui petugas dengan membungkus 7 Kg ganja menggunakan celana jins. Ganja dikirimkan dari Medan dengan menggunakan sebuah jasa ekspedisi kepada para penerimanya di Malang, Jawa Timur.

Ganja tersebut terbungkus dalam empat paket yang dikirimkan dengan alamat tujuan masing-masing Jalan Terusan Surabaya, Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Muria Kota Malang. Sementara satu paket ditujukan ke Jalan Raya Kebonagung Kabupaten Malang.

Tiga orang diduga bagian dari sindikat, AR (34), CF (39) dan MS (24) ditangkap petugas operasi gabungan BNN, Polri dan Bea Cukai. Sementara satu tersangka lain, AR alias Apin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Priambadha mengatakan, informasi pengiriman ganja bermula dari BNN Pusat. Selanjutnya dilakukan penelusuran oleh BNN Jawa Timur yang berkoordinasi dengan BNN Malang Raya dan Bea Cukai Kanwil II.

“Ketiga tersangka ditangkap di lokasi sesuai alamat pengiriman ganja tersebut yang tertera dalam paket ganja,” kata Bambang Priambadha di Kota Malang, Rabu (4/9).

Modus membungkus ganja dengan pakaian sengaja digunakan untuk mengelabui petugas jasa ekspedisi. Pelaku seolah-olah mengirimkan paket celana jins, sebagaimana jual beli pakaian secara online.

Petugas selama tiga hari melakukan pengintaian sejak paket dikirimkan dari Medan, sebelum menangkap para pemiliknya. Selain itu, juga diamankan barang bukti sebuah mobil, sepeda motor, 6 buah hp, 7 buah resi pengiriman, 4 buah kartu identitas dan timbangan.

Para tersangka dijerat pasal 111-114 jo Pasal 132 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Bambang berpesan kepada masyarakat agar mewaspadai keluarganya terhadap ancaman narkoba. Selain itu juga diminta untuk tidak sembarangan meminjamkan alamat untuk tujuan paket, yang khawatir disalahgunakan.

“Karena selama ini ada juga yang tidak sesuai dengan alamatnya,” tegasnya. [merdeka/bal]

Berikan Komentar Anda.