Home Daerah Keterbatasan Dana dan Arsiparis, Pengelolaan Arsip Kota Kupang Tidak Maksimal

Keterbatasan Dana dan Arsiparis, Pengelolaan Arsip Kota Kupang Tidak Maksimal

143
0
SHARE

Arsiparis, Lowiysa Pandie saat memperlihatkan pengelolaan arsip pada Dinas Kearsipan Kota Kupang/ foto thomas duran

Kupang, terasntt.com — Akibat keterbatasan dana dan kekurangan tenaga Arsiparis pengolaan Arsip di lingkup Pemerintah Kota Kupang tidak maksimal. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan hanya memiliki dua tenaga Arsiparis, sementara pengelola Arsip di tingkat OPD tidak ada.

Demikian disampaikan Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang Lowiysa Pandie di dinas setempat, Selasa (17/9/2019).

Lowiysa Pandie didampingi Kasi pengelolaan arsip dinamis, Heribertus Jebarus mengatakan, bahwa Kearsipan mempunyai tugas untuk mengamankan Arsip yang ada di Kota Kupang.

” Jadi yang terkait dengan pengelolaan Arsip di Kota Kupang itu adalah urusan wajib dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan,” katanya.

Menurutnya, Dinas Kearsipan memiliki dua bidang, yakni bidang pembinaan serta bidang pengelolaan dan pengawasan.

” Melalui bidang pembinaan kita membina SDM Arsiparis dan pengelola – pengelola Arsip. Untuk Kota Kupang baru memiliki dua Arsiparis, yaitu satu Arsiparis Ahli dan satunya Arsiparis Trampil. Kemudian pengelola Arsip di OPD perlu ada dan harapan kami kedepan masing – masing OPD harus memiliki dua Arsiparis dan juga memiliki unit kearsipan untuk menyimpan arsip dinamis in aktif,” ujarnya.

Sementara Dinas Kearsipan, lanjutnya hanya memiliki wewenang menyimpan arsip statis.

” Jadi setiap arsip statis di OPD wajib disimpan di Dinas Kearsipan. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 43 Tahun 2009. Arsip statis itu berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan suatu daerah. Arsip yang berkaitan dengan pembentukan suatu pemerintahan dan arsip berkaitan dengan sejarah di Kota Kupang,” tegasnya.

Selain itu, katanya ada arsip vital yang dalam beberapa tahun retensinya akan masuk dalam arsip statis seperti BPKB, sertifikat.

” UU menyarankan arsip – arsip ini disimpan pada Dinas Kearsipan karena sudah representatif. Jadi ada arsiparis yang bertanggunjawab menyimpan arsip – arsip tersebut,” katanya.

Menurutnya ada arsiparis yang bertugas dan bertanggungjawab untuk menyimpan arsip – arsip tersebut.

” Na hal ini yang belum terjadi
di Kota Kupang. Jika semua OPD berjalan pengelolaan arsipnya maka sangat memudakan kontrol atau pengawasan penyelenggaraan kearsipan di Kota Kupang. Persoalannya sekarang adalah kita masih kekurangan arsiparis atau tenaga pengelola arsip. Kemudian anggaran. Dinas Kearsipan harusnya memiliki anggaran cukup untuk menyelenggarakan Diklat bagi pengelola – pengelola arsip yang ada di masing – masing
OPD.Karena dengan SDM yang ada, sarana dan prasarana tersedia maka pengelolaan arsip itu baru dapat berjalan secara baik. Oleh karena itu harapan kami, pemerintah lebih peka dan lebih memperhatikan pengelolaan arsip karena sangat penting bagi suatu daerah,” ujarnya.

Demikian juga, Jebarus mengatakan, bahwa Dinas Kearsipan sudah melakukan sosialisa penataan aesip kepada OPD dan harus didukung oleh anggaran.

” Kami kesulitan untuk melakukan penataan arsip dari setiap OPD karena keterbatasan dana. Setiap tahun hanya bisa melakukan penataan terhadap satu OPD. Jadi kita berharap bisa meraih WTP tidak bisa jika arsip kita tidak tertata dengan baik. Contoh file menyangkut tanah pemerintah kota satupun tidak ada yang kita simpan di kantor arsip daerah saat ini,” ujarnya.(m45)

Berikan Komentar Anda.