Home Pendidikan Kinerja Buruk,   Kepsek SDK Yaperna Oelolok diadukan ke Dinas PPO

Kinerja Buruk,   Kepsek SDK Yaperna Oelolok diadukan ke Dinas PPO

412
0
SHARE

Kefamennu,  Terasntt. Com — Kepala Sekolah SDK Yaperna Oelolok, Gerardus Silab dinilai berkinerja buruk hingga  sejumlah orangtua siswa dan komite ke Dinas PPO Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (23/1/2018).  Tujuh dari ratusan orangtua siswa memjnta kadis PPO,  emanuel Anunutmemberhentikan Gerardus Silab dari jabatannya karena kinerja buruk dan menyimpang dari proses pembelajaran di sekolah yang efektif.

Para orangtua siswa ini diterima Kadis PPO Emanuel Anunut di ruang kerjanya. Mereka menyampaikan  12 point alasan  pemberhentian Silab dari jabatan Kepala Sekolah diantaranya Gaji para guru minus sebelum dan sesudah Silab menjabat sebagai kepala sekolah, Selama menjabat sebagai Kepala Sekolah Silab tidak pernah mengadakan rapat yang melibatkan orangtua murid dan komite, Tidak pernah melibatkan orangtua dan komite saat pembagian raport. Raport sejak semester I tahun ajaran 2017/2018 belum dibagikan. Juga halaman depan dan belakang sekolah tidak pernah dibersihkan, Utang barang di toko mengatasnamakan komite tanpa sepengetahuan komite sekolah, Penyususnan RAP penggunaan dana BOS tanpa melibatkan komite sekolah dan bapak ibu guru di SDK Yaperna Oelolok, Menggunakan dana Bos sebesar Rp.13 juta tanpa dikembalikan, Pencairan dana BOS triwulan IV tahun 2017 pada tanggal 22 Desember 2017 sebesar RP.20 juta oleh bendahara, tetapi tidak jelas penggunaannya, Tidak pernah terlibat dalam berbagai kegiatan gereja, Sekolah sangat gelap dan tidak ada titik lampu yang menyala di dalam maupun di luar ruangan, Sementara uang pulsa listrik diambil oleh kepala sekolah 3 kali dalam sebulan dan uang perjalanan dinas kepala sekolah sebesar Rp.1 juta dalam sebulan tetapi tujuan perjalanan tidak jelas entah kemana.

Sejumlah orang tua siswa, kepada media mengeluhkan sikap kepala sekolah yang tidak pernah transparan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kegiatan di sekolah.

“Dalam urusan penerimaan raport saja ditahan – tahan, bahkan ada siswa yang ijasahnya belum diambil. Saat ambil ijasah, per siswa dipungut sejumlah uang lagi. Itupun setelah disetor ijasah belum diterima para siswa karena katanya harus tambah uang lagi,” ungkap AT dengan nada kesal.

Orang tuasiswa lainnya juga mengungkapkan sejak minggu kedua di bulan Januari 2018 ini, Kepsek Silab tidak pernah masuk sekolah dengan alasan yang tidak jelas.

Menanggapi pengaduan ini  perwakilan Wakil komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat, Kadis Anunut mengatakan sesegera mendatangi SDK Yaperna Oelolok guna melihat langsung kondisi sekolah dan kinerja Kepsek Silab.(dit)

Berikan Komentar Anda.