Home Ekbis KNPI Pertanyakan SK Perpanjang Direksi Bank NTT

KNPI Pertanyakan SK Perpanjang Direksi Bank NTT

452
0
SHARE

Kupang,  Terasntt. com — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  NTT mepertanyakan keabsahaan Surat Keputusan (SK) perpanjangan Direksi dan Komisaris Bank NTT oleh Gubernur  Frans Lebu Raya. pertanyaan ini dilontarkan saat menggelar aksi di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) cabang Kupang,  Rabu (24/1/2018).

Aksi demo yang dipimpin langsung ketua KNPI,  Hermanus Boki dan John Liem ini berlangsung damai dan dikawal ketat anggota Polres Kupang Kota.

Dihadapan wakil pimpinan OJK, I Wayan Sadnyana,  Boky meminta penjelasan pihak OJK terkait SK Gubernur NTT selaku pemegang saham pengendali yang  memperpanjang masa tugas Direksi dan Komisari yang berakhir tanggal 31 Desember 2017 lalu.

Boky dan Korlap John Liem bergantian menyampaikan orasinya beberapa hal penting terkait masalah ini. Mereka menduga, kondisi ini terjadi karena KPR yang juga komisaris Independen tidak menjalankan tugas utama mereka dengan baik.

“Bayangkan saja, RUPS LB di Maumere tanggal 15 Agstus 2017 sudah menghasilkan sejumlah keputusan antara lain menyebutkan sejumlah nama untuk menempati posisi strategsi di Bank NTT. Namun hingga tanggal 31 Desember 2017 KRN tidak bisa memeroses keputusa RUPLS tersebut hingga Gubernur mengeluarkan SK,” tegas Hermanus Boki.

Usai berorasi,  para demonstran bergerk menuju Bank NTT  dan melanjutkan orasi dan memohon agar bisa berdiakusi dengan pihak Direksi di dalam kantor berlantai kima itu.

Ketua KRN, Petrus Jemadu didampingi sekretaris Yoseph Lewokeda yang menemui demonstran di  gerbang masuk gedung itu justru memantik emosi demonstran.

Namun dalam pengawalan aparat keamanan dari Polres Kupang Kota dan berkat kesigapan Satpam Bank NTT, akhirnya bernegosiasi menyepakati  pertemuan berlangsung di lapangan futsal dalam kompleks tersebut.

Jemadu menjelaskan, bahwa mereka telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya namun karena prosesnya terlambat di OJK maka semuanya menjadi terlambat.

“Kami sudah kerja sesuai aturan, tetapi faktanya memang seperti ini. Kami kerja demi pengabdian untuk daerah ini dan kami kerja sesuai aturan,” tegasnya. (raf)

Berikan Komentar Anda.