Home Daerah Komisi IV DPRD Kota Kupang Kunjungi Pasien DBD di RSUD ...

Komisi IV DPRD Kota Kupang Kunjungi Pasien DBD di RSUD SK.Lerik

144
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com,- Dalam upaya pengawasan pelayanan kesehatan, Komisi IV  DPRD Kota Kupang melakukan kunjungan ke RSUD SK.Lerik, Rabu (6/2).Kunjungan yang dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalda Taek, bersama Sekretaris Komisi IV , Yuvensius Tukung dan ditambah satu anggota Komisi IV, Abidin Aklis itu menemui unsur dan pasien DBD yang ada di rumah sakit tersebut.

Selain para legistor dalam kunjungan ini di dampingi para pendamping dari Sekretariat DPRD diantaranya Kons Bana, Gusti Mone, dan Maya Ratu Kore serta Bety Sakarias.

Kunjungan legislator tersebut diterima langsung Direktur RSUD SK.Lerik, dr. Marsiana Halek dengan didampingi Kepala Bidang Pelayanan dr.Iksan. Dari hasil kunjungan lapangan ada banyak hal guna ditindaklanjut pemerintah kota.

Wakil Ketua Komisi IV, Theodora Ewalde Taek mengatakan, secara pantauan lapangan terutama soal gedung baru RSUD SK.Lerik secara laporan progres pekerjaannya sudah memcapai 80 persen.

“Memang dalam pentaun masih ada pelaksanaan pekerjaan di lantai tiga, namun itu tinggal finising saja.Sehingga dengan waktu yang masih tersisah bisa dapat terselesaikan secara cepat, guna pada HUT Kota Kupang 2019 nanti menjadi sebuah kado terindah untuk Kota Kupang dalam menunjang pelayanan kesehatan di Kota Kasih ini,” kata srikandi asal PKB tersebut.

Lanjutnya, dengan sudah tersedianya infrastruktur bangun yang bagus, tentunya bisa juga ditunjang dengan SDM kesehatan yang memadai sehingga pelayanan pun dapat terlaksana dengan baik kepada masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit tersebut.

” Ya walaupun rumah sakit tersebut tipe C, tapi menimal memiliki namalah di mata masyarakat dalam pelayanannya,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya dalam peningkatan kesejatheraan para pelayanan kesehatan terutama dokter umum  diperlukan Perwali guna dapat mengatur insentif bagi mereka baik di rumah sakit maupun di Puskesmas.

“Kita lihat secara aktivitas pelayanan dalam penanganan pasien lebih banyak ditangani oleh dokter umum dibanding dokter ahli, sehingga mereka perlu ada tambahan insentif,” katanya.

Sementara disinggung soal pantaun terhadap pasien DBD, katanya pasien DBD mengalami penurun.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Komisi IV, Yufensius Tukung berkaitan dengan RSUD SK.Lerik, bahwa secara infrastruktur fisik gedung sudah bagus tinggal sekarang pemerintah dan dewan bagimana menyiapkan SDM kesehatan yang memadai.

“Ya secara fisik gedung sudaj bagus, pastinya perlu ditunjang dengan SDM kesehatan yang memadai, guna nantinya dalam pelakasanan pelayanan bisa lebih prima,” kata politisi asal Partai NasDem tersebut.

Menurutnya, sebuah rumah sakit dengan memiliki gedung yang bagus, tentunya harus diikuti dengan penataan parkir yang baik, serta  taman yang bagus. Karena parkir dan taman ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

” Kita harus berpikir bagaimana Kota Kupang harus memiliki sebuh rumah sakit yang memandai, hingga berbicara pelayanan semua bisa terpusat pada rumah sakit tersebut,  dan orang tidak harus lagi untuk berobat keluar,” katanya..

Sedangkan anggota komisi IV, Abidin Aklis mengatakan, secara pantaun kondisi gedung rumah sakit ini cukup megah, namun perlu juga di ikuti dengan sarana-prasarana penunjang yang memiliki daya tarik yakni penataan taman rumah sakit serta parkiran.

Berkaitan hal-hal tersebut, Direktur RSUD SK.Lerik, dr.Marsiana Halek mengaku, secara fisik pelaksanaan pembangunan ini alan selesai pada 10 Februari ini.Sehingga semua  hal-hal yang  berkaitan dengan penunjang di RSUD diharapakan akan siap ditindaklanjut nantinya.

Sedangkan berkaitan dengan penanganan pasien DBD di rumah sakit ini, katanya mengalami penurunan.Dimana secara data pasien DBD yang dirawat pada Januari sebanyak 112 pasien, dan untuk Februari alami penurunan yakni per tanggal (6/2/2019) sebanyak 21 pasien.

“Dalam penanganan pasien DBD ini, selain pelayanan dan pengobatan yang dilakukan di rumah sakit ini, melalui para petugas juga terus mengingatkan para orang tua pasien guna selalu menjaga lingkungan melalui gerakan 3 M plus,” katanya.(Yon)

Berikan Komentar Anda.