Home Nasional KPK Minta Wagub Lampung Hadiri Pemeriksaan Kasus Proyek PUPR

KPK Minta Wagub Lampung Hadiri Pemeriksaan Kasus Proyek PUPR

62
0
SHARE
Ilustrasi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah meminta Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Halim alias Nunik memenuhi panggilan penyidik dalam kasus dugaan suap proyek di Kementerian PUPR. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, terasntt.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Halim alias Nunik memenuhi panggilan penyidik dalam kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemeriksaan ini guna melengkapi berkas perkara dengan tersangka Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred.

“Besok, Selasa 26 November 2019 akan dijadwalkan ulang pemeriksaan untuk Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim sebagai saksi untuk HA [Hong Arta] dalam kasus suap terkait proyek di Kementerian PUPR,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulis, Senin (25/11).

Ini merupakan penjadwalan ulang terhadap Nunik. Lembaga antirasuah itu sebelumnya mengagendakan pemeriksaan pada Rabu (20/11). Namun, surat pemanggilan belum diterima.

Sementara itu, dalam perkara kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018, Nunik juga dipanggil KPK dan memenuhi kewajiban hukumnya untuk memberikan keterangan.

“Kami ingatkan agar saksi memenuhi panggilan penyidik sebagai kewajiban hukum dan memberikan keterangan secara benar,” imbau Febri.

Hong Arta ditetapkan KPK sebagai tersangka suap proyek di Kementerian PUPR. Ia diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek-proyek PUPR, seperti kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar pada pertengahan 2015.

Berikan Komentar Anda.