Home Pendidikan Luisa Wakili Indonesia Bicara Hak Anak di Swedia

Luisa Wakili Indonesia Bicara Hak Anak di Swedia

422
0
SHARE

Oelamasi,  Terasntt. com — Luisa Futboe      siswi kelas XI SMAN 1 Taebenu,  Kabupaten Kupang NTT bersama kedua rekannya dari Papua dan Jogjakarta mewakili Indonesia membicarakan hak anak tingkat Internasional di Swedia pertengahan Februari 2018. Luisa dan rekannya ini terpilih ketika mewakili forum anak NTT mengikuti kampanye perlindungan anak di Kanada beberapa waktu lalu.

” Kegiatan di Swedia ini merupakan puncak dari kegiatan kampanye perlindungan anak di Kanada. Tema kegiatannya adalah akhiri kekerasan terhadap anak, ” kata Luisa saat beraudiens dengan bupati Kupang,  Ayub Titu Eki di ruang kerjanya,  Senin (5/2/2018).

Didampingi dua orang pembina,  juga kepala sekolah, Adriana Tahun, ketua Lembaga Perlindungan Anak NTT,  Ata Tory, Luisa diterima hangat Titu Eki di ruang kerjanya.

Dengan nada gurau,  ia membuka wawasan Luisa dengan menceriterakan sedikit pengalamannya sewaktu masih duduk di bangku SMA, yang intinya bahwa kekerasan terhadap anak harus diatasi.

Menurutnya,  kehadiran Luisa di Swedia akan bercerita tentang berbagai permasalahan tentang ada secara global.

” Orang barat sangat konsen membicarakan soal kebebasan anak. Anak diberikan ruang secara bebas untuk berkreasi dan inovasi. Memang ini ada hal baik dan juga yidak baik,  baik bahwa anak – anak itu besar dan bisa mandiri. Kita melihat kebebasan itu akibat kemajuan jaman tetapi diambil hikmanya, jangan sampai kita membatasi kreatifitas anak untuk membuka wawasan. Saat ada di Swedia nanti ikuti saja mereka,  tetapi soal kekerasan tetap anak harus bisa dirumuskan dengan baik agar membawa dampak perubahan bagi kenakalan anak dan solusi yang dibuat,” katanya.

” Saya sangat senang dan bangga Luisa bisa membawa nama Indonesia dan daerah ke kuar negeri. Dan harus selalu mengutamakan nilai kemanusiaan. Kita doakan agar sukses dan harus menyiapkan daftar kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, apakah guru terhadap anak atau anak terhadap anak.  Jika ini terjadi maka anak perlu diberi pembinaan khusus,  sementara guru diserahkan ke pihak dinas, ” katanya.

Sementara  Adriana Tahun menyampaikan  rasa terima kasihnya bisa bersama Luisa menemui bupati guna melaporkan keberadaan SMAN 1 taebenu yang berada di wilayah Kabupaten Kupang.

” Kami bersyukur hari ini bisa bertemu dengan bapak untuk menymapaikan keberhasilan Luisa mengekspresikan dirinya dalam forum anak hingga tingkat Internasional. Memang SMAN Taebenu juga sudah tergabung di Provinsi, namun berada di wilayah Kabupaten Kupang sehingga wajib kami melapor kepada bapak bupati , bahwa Luisa akan mewaliki Indonesia mengikuti kegiatan forum anak di kuar negeri,” katanya.(mas)

Berikan Komentar Anda.