Home Hukrim Mabuk Miras, Fredik Aniaya Rekannya Dengan Pisau

Mabuk Miras, Fredik Aniaya Rekannya Dengan Pisau

361
0
SHARE

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari/ foto erik sanu

Soe, terasntt.com — Gara – gara mabuk minuman keras (Miras) berupa sopi (minuman lokal) Fredik Sau menganiaya rekannya Agustinus Bunga Radji sesama warga Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan pisau, Jumat (25/10/2019) pukul 22.00 wita. Akibatnya korban menjalani perawatan serius semenatara pelaku mendekam di sel tahanan Polres TTS.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari saat di konfirmasi, Senin (28/10/2019) membenarkan hal itu dan kasusnya sedang ditangani Polres.

” Kasus perampasan nyawa orang tersebut itu terjadi pada hari Jumat (25/10) Jam 22.00 wita, bertempat di RT.05/RW.03, Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat,” kata Jamari.

Ia menjelaskan, bahwa kasus percobaan perampasan nyawa orang atau penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Fredik Sau terhadap korban Agustinus Bunga Radji dengan cara momotong leher korban dari bagian belakang menggunakan pisau miliknya.

Kronologisnya, lanjut Jamari sekitar pukul 22.00 Wita korban bersama pelaku dan saksi Oksan Masu, minum sopi (minuman beralkohol) di pinggir jalan umum di depan rumah saksi Atriana Lassa. Saat itu terjadi adu mulut antara korban dan pelaku hingga saling dorong. Aksi tersebut membuat pelaku yang melihat ada reaksi korban dan Oksan Massu hendak memukulnya, sehingga pelaku langsung mengambil sebila pisau dari dalam saku tas siri pinang yang di gantung di pinggang kanannya lalu pelaku dan korban saling berpelukan hingga pisau diarahkan ke bagian leher korban dari kanan ke kiri.

Akibatnya korban mengalami luka robek. Korban sempat terjatuh ke tanah dengan posisi berlutut dan kepala mengarah ke bawah (ke tanah). Dalam kondisi seperti itu pelaku kembali memukul korban menggunakan kepalan tangan kirinya pada pipi kanan dan kiri , saat bersamaan datang saksi Yakob Dhida langsung menegurnya sehingga pelaku langsung melarikan diri.

Melihat korban sempoyongan dan banyajk darah keluar dari luka di leher, Yakob Dhida bersama warga lain membawa korban ke Puskesmas Batuputih untuk mendapat perawatan.

Setelah kejadian, ujar Jamari, pihak keluarga fokus membawa korban ke Puskesmas, sehingga kasus perampasan nyawa orang itu baru dilaporkan ke Polisi Sabtu 26 Oktober 2019, sekitar Jam 15.00 wita.

Setelah menerima laporan Aparat Polres TTS langsung memeriksa saksi dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Batuputih sehubungan dengan permintaa n Visum.

Polisi juga sudah berhasal mengamankan TSK Fredik Sau dengan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untuk memotong leher korban.

Terhadap perbuatan yang mencoba merampas nyawa orang tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. (sys)

Berikan Komentar Anda.