Home Humaniora Mahasiswa Diaspora Adonara se Indonesia Gelar Kongres Bersama

Mahasiswa Diaspora Adonara se Indonesia Gelar Kongres Bersama

317
0
SHARE

Yogyakarta, Terasntt.com — Selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu (26 – 27 Mei 2018), pertama kali, Organisasi Mahasiswa Diaspora Adonara dari berbagai wilayah menggelar Kongres Organisasi Mahasiswa Diaspora Adonara Seluruh Indonesia (KODA SI).

Kongres yang mengusung tema “Membangun Langkah Harmoni untuk Lewotana” ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi diaspora Adonara, di antaranya Angkatan Muda Adonara (AMA) Jakarta, Himpunan Keluarga Mahasiswa Adonara (HIKMA) Bandung, Keluarga Mahasiswa Adonara Yogyakarta (KMAY), Forum Diskusi Adonara Laweyan Surakarta (FALS), Generasi Muda Adonara (GEMA) Surabaya, Paguyuban Nusa Tadon Adonara (PANUSA) Malang, Angkatan Muda Adonara (AMA) Samarinda, dan Angkatan Muda Adonara (AMA) Kupang.

Unsur kepanitian dalam kongres perdana ini berbeda dengan kegiatan KMAY pada umumnya, dimana Panitia Pengarah (steering commite) terdiri dari semua ketua organisasi diaspora Adonara dan panitia pelaksana (organizing commite) ditentukan oleh KMAY selaku tuan rumah.

Markus Sabun Sua selaku Ketua Panitia dalam sambutannya menguraikan bahwa kegiatan ini sejatinya merupakan kegiatan bersama, KMAY hanya sebatas tuan rumah. Sehingga kegiatan ini pun dapat terlaksana berkat dukungan dari semua pihak, terutama sekali dari organisasi diaspora Adonara seluruh Indonesia.

“Ini kegiatan bersama kita! Saya selaku ketua panitia pelaksana, mengucapkan limpah terima kasih atas berbagai bentuk dukungan demi terselenggaranya kongres perdana ini”, tambah pria yang biasa disapa Rio Jebe ini.

Selanjutnya, Yohanes Bosco Mawar, Ketua KMAY 2018, dalam sambutan selaku tuan rumah kongres mengingatkan tentang sejarah pergerakan pemuda dan mahasiswa Indonesia serta mengaitkan dengan kongres perdana ini.

“Hampir seluruh persitiwa bersejarah di republik ini diawali oleh pemuda dan mahasiswa. Misalnya, berdirnya organisasi Budi Otomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Reformasi 1998. Jika ditelaah, hampir seluruh tahun peristiwa itu berakhirna angka 8.   Sehingga, harapannya kita sebagai pemuda Adonara di tahun 2018 dapat memanfaatkan momentum kongres perdana ini untuk merancang suatu usaha kolektif dalam membangun lewotana. Namun perlu diingat, bahwa semua wacana perubahan itu dapat terlaksana jika dilakukan secara kolektif dan dilandasi dengan spirit gemohing (gotong royong)”, tegas pria yang biasa disapa Bosco Mawar ini.

Tak hanya itu, Grace Gracella sebagai perwakilan DPO KMAY turut menggaungkan pentingnya kerja kolektif serta mengharapkan adanya follow up yang jelas untuk lewotana (daerah).

“Kita miskin kolektivitas ! Selama ini kita memilih bergerak sendiri-sendiri, padahal muara kita satu, yakni lewotana. Kita juga terkadang hanya berhenti pada wacana. Sehingga, harapannya kongres ini benar-benar menghasilkn suatu gerakan nyata, tidak berhenti di ruang wacana”, tambah Grace.

Beberapa ketua organisasi yang berkesempatan hadir saat seremonial pembuka masing – masing, Asis Wayongnaen (Ketua AMA Jakarta) yang menegaskan terkait jati diri mahasiswa sebagai sebuah kekuatan potensial dalam melakukan perubahan; Bosco Gorantokan (Ketua GEMA Surabaya) menegaskan tentang pentingnya one tou kirin ehan (persatuan) dan gemohing (gotong royong) dalam membangun lewotana (daerah).  Kemudian Frans (Ketua Fals Surakarta) mengingatkan kepada seluruh peserta kongres bahwa apa yang akan dibicarakan harus mampu direalisasikan demi kemajuan kita bersama.

Agenda pokok dalam kongres ini dibagi dalam 3 sesi, yakni: sesi pertama, setiap delegasi menyampaikan hasil kajian akan permasalahan di Flores Timur secara umum dan secara khusus di Adonara; sesi kedua, dilakukan pembahasan secara bersama akan isu-isu pokok yang diangkat dalam bentuk sidang komisi, yakni komisi pendidikan, komisi ekonomi, dan komisi pertanian untuk kemudian dipaparkan dan disikusikan bersama di dalam forum; dan sesi ketiga yakni pembahasan dan penetapan masalah pokok pada setiap sektor disertai dengan rekomendasi bagi pemerintah, peserta kongres (organisasi daerah peserta kongres), dan pihak-pihak terkait lainnya. Adapun moderator dalam kongres ini, yakni Kemudian, pada agenda pokok kongres, Bozton Lamawuran (Wakil Ketua KMAY).

Kongres ini menghasilkan beberapa poin pokok terkait permasalahan disertai solusi dan rekomendasi yang kemudian dinamakan TRIASPORASI (Tiga Aspirasi Mahasiswa Diaspora Adonara Seluruh Indonesia). Tri (tiga) ini menegaskan terkait tiga sektor utama yang menjadi pokok bahasan dalam kongres ini.

Pada sektor pendidikan ditekankan perlu adanya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan serta tetap berbasis pada kearifan lokal lamaholot; pada sektor ekonomi diharapkan adanya pengembangan ekonomi rakyat berbasis pada potensi lokal dan pada sektor pertanian diharapkan mampu mewujudkan pertanian yang berkualitas melalui pengembangan SDM  dan pasar serta didukung dengan infrastuktur yang memadai.

Selain 3 isu sektoral di atas, dalam forum ini juga turut diangkat salah satu isu strategis, yakni terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) Adonara. Adapun organisasi yang mengangkat isu ini, yakni delegasi dari  AMA Jakarta. Perjuangan untuk mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Adonara sudah disepakati dalam kongres ini untuk benar-benar murni disuarakan atas nama mahasiswa dan pemuda Adonara tanpa kepentingan dari elit politik atau pihak manapun.

Kegiatan kongres ini diakhir dengan pembahasan follow up kongres. Beberapa hasil dalam pembahasan ini, yakni ditetapkan pelaksanaan KODA SI keduanya, yakni akhir bulan Februari 2019 dengan Angkatan Muda Adonara (AMA) Jakarta sebagai tuan rumah.

Selanjutnya follow up berupa pelaksanaan hasil kongres, setiap organisasi diharapkan menjadikan hasil kongres ini sebagai acuan dalam mengemas kegiatan “Paket Pulang Kampung”. Terkait kegiatan bersama untuk mengisi waktu liburan di lewotana akan dikomunikasikan lebih lanjut  di lingkup pimpinan organisasi peserta kongres.

Adapun harapan terkait kelanjutan kongres dan follow up kegiatan dari masing-masing pimpinan organisasi peserta kongres, yakni sebagai berikut:

“Kegiatan Kongres ini sebagai pemantik gerakan yang lebih besar lagi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan semoga dapat tercapai harapan bersama demi terbentuknya Kabupaten Adonara yang diperjuangkan oleh mahasiswa, orang muda dan seluruh elemen masyarakat Adonara.”  Asis Wayongnaen, Ketua AMA Jakarta.

“Hasil kongres mengarah pada suatu usaha mulia untuk melakukan gerakan perubahan untuk lewotana, sehingga harapannya semua yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara bersama-sama.” Tino Mudamaking, Ketua HIKMA Bandung.

“Kongres ini merupakan tahap menatap dan awalan dalam menata lewotana. Harapannya, semua elemen  masyarakat Adonara di berbagai wilayah dapat menyatukan tekat untuk menata lewotana.  Dengan semangat gemohing, pai ta’an oneket tou, kirin ehan menuju wajah baru Adonara!!!” Bosco Mawar,  Ketua KMAY.

“Apa yang dibicarakan dan telah disepakati harus dapat direalisasikan secara bersama-sama demi kemajuan lewotana.” Frans Dominatris, Ketua FALS Surakarta.

“Semoga kita semua generasi muda Adonara semakin kompak dalam memeperjuangkan nasib masyarakat lewotana, terutama di sektor pertanian.”  Bosco Gorantokan, Ketua GEMA Surabaya.

“Kongres ini melibatkan banyak organisasi daerah Adonara, sehingga harapannya kita sama-sama menjaga keharmonisan kita bersama agar kita semua tetap kompak dalam bergerak membangun lewotana.” Adrianus Ratu Laga, Ketua PANUSA Malang.

“Dalam merealisasikan kesepakatan kongres ini, kita mesti bersama-sama. Karena jika ingin mencapai targetan besar, kita perlu bergerak bersama-sama juga. jIka kita secara sendiri-sendiri makan efeknya juga tidak akan besar.” Alfridus Kopong, Ketua AMA Samarinda.

“Perlu adanya komunikasi dan evaluasi setiap saat oleh pimpinan organisasi daerah Adonara dalam proses pelaksnaan hasil kesepakatan kongres. Harapannya apa yang sudah disepakati dapat dijadikan acuan dalam kegiatan Paket Pulang Kampung atau kegiatan sejenisnya”. Heri Boli, Ketua AMA Kupang. (Bozton Lamawuran)

Berikan Komentar Anda.