Home Daerah Melalui semangat “Ayo Berubah”, Dinkes Kota Kupang Terus Berupaya Capai Target Eliminasi...

Melalui semangat “Ayo Berubah”, Dinkes Kota Kupang Terus Berupaya Capai Target Eliminasi Malaria

66
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com,- Melalui semangat “Ayo Berubah”, Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas Kesehatan setempat  terus melakukan berbagai langka strategis guna mencapai seuatu derajat kesehatan yang memadai bagi masyarakat Kota Kupang.

“Salah satu langka strategis yang yang sedang kami lakukan yakni untuk mencapai terget eliminasi malaria 2020,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ari Wijana kepada wartawan  dikantornya, Rabu (21/8).

Dikatakan Wijana, dalam memcapai target eliminasi malaria 2020 ini, maka Dinkes saat sementara memasang spaduk di Puskemas dan kelurahan serta kecamatan sebagai suatu bentuk dukungan masyarakat Kota Kupang untuk menurunkan angka kesakitan malaria, dengan tujuan agar Pemerintah Kota bisa mendapatkan sertifikat eliminasi malaria.

“Secara pembuktian kasus malaria tidak ada di Kota Kupang, selain dukungan masyarakat, juga sudah ada tekat dari Pemkot Kupang dalam bentuk kegiatan kebersihan  yakni Ayo Beruba Kota Kupang Bersih merupakan sauatu upaya pemutusan mata rantai penularan malaria dari nyamuk,” katanya.

Diakuinya, kegiatan Ayo Berubah Kota Kupang Bersih ini adalah bagian dari pemutusan mata rantai penyakit yang berhubungan dengan perantara dari nyamuk, seperti DBD, dan cikumunya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi mengatakan, langka strategis yang dilakukan  Dinkes melalui tagline “Ayo Berubah” ini dengan fokus utama adalah  suatu pembuktian dari Pemkot Kupang kepada Pemerintah Pusat melalui Kemenkes sebagai penilaian adalah salah satu adalah partisipasi masyarakat.

“Ya partisipasi ini berupa pemasangan spanduk di semua Puskemas dan Kelurahan serta Kecamatan tersebut secara langsung bagian dari kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk diketahui, ” lanjutnya. Dengan pemasangan spanduk ini tentunya suatu ajakan kepada masayarakat yang jika akan berpergian ke wilayah-wilayah yang berdampak malaria agar setelah kembali dapat melaporkan diri ke Puskesmaa terdekat untuk pemeriksaan darah.

Selain itu, tambahnya melalui ajak pemasangan spanduk ini untuk menyadarkan mayarakat guna lebih baik mencegah dari pada mengobatinya.

“Dengan berbagai upaya melalui gerakan memungut sampah dan menjaga kebersihan adalah salah satu slogan dari Dinkes adalah mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya.

Dia mengaku, melalui gerakan pemasangan spnduk ini, tentunya Dinkes juga akan mengeluarkan himbauan kepada Apotik dan hotel dengan memasang spanduk atau bender yang isinya mengajak masyarakat  atau siapa saja dalam rangka mendukung Pemkot Kupang dalam dalam memperoleh sertifikat eleminasi malaria.

“Ya kalau dilihat secara cakupan Kota Kupang dalam mencapai target eliminasi 2020 tidaklah mustahil, sebab sesuai kutipan dari Ermin Ndun dari  Unicef NTT , pada tahun lalu, di Indonesia hampir terjadi 2000 kasus malaria di seluruh Indonesia. NTT  saat itu menyumbang 18 ribu kasus,sementara Kota Kupang menyumbang 50 ribu kasus malaria. Jadi kalau dibagi rata-ratanya per kelurahan Kota Kupang terjadi 1 kasus.Artinya,  Kota Kupang bebas malaria,” kata Sri mengulangi pernyataan Ermin Ndun dari  Unicef NTT  tersebut.(Yon)

Berikan Komentar Anda.