Home Ekbis Operasi, BPOM Kupang Sita Miras Produk Luar di TTU

Operasi, BPOM Kupang Sita Miras Produk Luar di TTU

427
0
SHARE

Kefamenanu,  Terasntt. com — Berbagai jenis minuman keras produk kuar negeri yang beredal di Kefamenu disita BPOM Kupang saat menggelar operasi gabungan,  Kamis (22/3/2018). Operasi yang melibatkan Kejaksaan Tinggi dan Polda NTT ini menjaring minuman berbagai jenis di salah satu tempat usaha perorangan yang beralamat di jalan Soekarno Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kampung Famili, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Menurut Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Kupang, Drs Sem Lapik, Apt,M.Sc, berbagai jenis dan merek makanan dan minuman yang merupakan produk dalam dan luar negeri, harus mendapatkan izin dari Balai POM berkaitan dengan izin edarnya. “Ini merupakan Operasi gabungan dan kita melakukan operasi untuk Pangan yang Ilegal dan tanpa ijin edar yang beredar di negara kita. Kali ini Balai POM Kupang melakukan operasi mulai dari Kupang, daratan Timor, karena kita mendapat informasi dari masyarakat khususnya di daerah perbatasan bahwa banyak produk – produk Ilegal dari negara tetangga yang masuk ke negara Indonesia dan dijual secara bebas. Dalam operasi gabungan ini, ditemukan banyak produk ilegal yang berasal dari negara Timor Leste. Semua ini kami sita, jenisnya ada minuman ringan dan beralkohol tanpa  mengantongi ijin edar. Dan dari hasil temuan ini akan kami diskusikan bersama oleh tim untuk tindak lanjut”, jelas Sem Lapik.

Sem Lapik berharap, melalui operasi ini bisa memberi efek jera kepada pengusaha untuk melengkapi perizinannya dalam usaha pejualan miras lantaran miras adalah barang berkategori tertentu yang penjualannya berada dalam pengawasan.

“Harapan tim ini, agar yang bersangkutan dalam hal ini pengusaha segera melengkapi perizinannya apalagi dalam usaha penjualan miras yang berada dalam pengawasan. Ini juga merupakan tindakan antisipasi kami untuk menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara dari peredaran barang kena cukai yang ilegal dan kami juga bertanggungjawab atas beredarnya minuman beralkohol tanpa ijin di tengah masyarakat”, tambah Sem Lapik.

Berbagai jenis minuman impor tanpa ijin resmi yang disita masing-masing, jenis minuman ringan seperti Spring Valley, minuman keras seperti Red Label, Johnie Walker, Camillo Alves, Orajenboom,  Jinn Royale, Dayang, JP Azeito dan Tiger Worl Acclaimed dengan kadar alkohol yang sangat tinggi hingga 16 persen ke atas.
Semua itu disita lantaran tidak memiliki izin edar yang seharusnya dimiliki oleh setiap produk minuman dan makanan yang beredar dan dijual di Indonesia dengan mendapatkan izin dari Balai POM.

Barang bukti minuman beralkohol disita dan diamankan Tim Gabungan, sementara pemilik miras sitaan hanya diberikan peringatan dan himbauan agar tidak lagi memproduksi dan menjual miras secara ilegal kecuali memiliki ijin.(dit)

Berikan Komentar Anda.