Home Ekbis Pasar Ditolak, Camat & Lurah Diminta Dekati Warga

Pasar Ditolak, Camat & Lurah Diminta Dekati Warga

829
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com – Camat Alak bersama Lurah Nunhila, Kecamatan Alak diminta segera melakukan pendekatan ke warga Nunhila membahas masalah pembangunan pasar ikan bantuan IFAD di wilayah itu.
Permintaan itu disampaikan Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan di gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (1/10/2015) kemarin.
Ia mengatakan hal itu menyikapi penolakan warga di Kelurahan Nunhila atas pembangunan pasar ikan di kelurahan tersebut yang dibiayai melalui program IFAD.
Dikuatirkannya, penolakan tersebut mirip dengan persoalan pembangunan pengaman pantai di Kelurahan Pasir Panjang yang menimbulkan pro dan kontra di tengah warga.
Jonas beralasan, Pemkot tidak memiliki niat untuk menghilangakan lapangan bola volley di wilayah itu. Sebab menurutnya, Pemkot menyediakan lokasi baru untuk lapangan bola volley yang letaknya tak jauh dari lokasi yang dipersoalkan saat ini.
Di lokasi tersebut, Jonas mencurigai warga telah terbentuk dalam kubu-kubuan antara yang menerima dan menolak pembangunan pasar itu.
“Memang untuk Nunhila ini ada kubu pengelola mau dibangun pasar di lokasi lapangan tersebut dan ada yang menolak.Pada hal lapangan bola voli ini akan diganti lapangan voli di bagian belakang di atas tanah Pemda juga,” tuturnya.
Menurutnya, sesuai informasi yang diperolehnya bila pasar tersebut dibangun di lokasi yang disediakan sebagai lahan pengganti lapangan bola volley akan berdampak pada hasil tangkapan mereka seba terdapat tiga kelurahan yang berjejer yakni Nuhila,Nunbaun Sabu, Nunbaun Dela dan Namosain.
Sebelum dilaksanakan pembangunan kata dia, LPM Kelurahan Nunhila telah menyetujuinya namun saat ini bergantung dari masyarakat.
“Kalau lapangan voli tetap di situ juga bisa sangat terganggu kalau ada pertandingan sangat padat, sehingga dapat mempengaruhi arus lalulintas. Sebab jalan tersebut banyak sekali mobil tronton yang lewat di jalan itu,” katanya.
Kepada wartawan, ia mengaku heran dengan penolakan yang dilakukan warga. Seba menurutnya, Pemkot tetap menyediakan lahan baru sebagai pengganti untuk lapangan bola volley bagi warga di lokasi itu.
“Ya kalau bicara soal limba, nantinya bisa diatur.Sebab intinya lapangan voli yang dipakai tersebut diganti dengan lapangan voli kecuali tidak diganti,” ujarnya.(rif)

Berikan Komentar Anda.